Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 7
Perbesar
img-1
Massa yang tergabung dalam Komite Aksi Perempuan (KAP) melakukan aksi memperingati Hari Buruh Sedunia (May Day) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Dalam aksinya, para buruh migran ini membawa "Catatan Hitam Buruh Perempuan 2016" dan melihat pemerintah Joko widodo justru cenderung mendiskriminasikan para pekerja migran atau tidak sesuai dengan apa yang diratifikasi PBB itu, salah satunya tercermin di dalam kebijakan roadmap zero domestic workers.
Foto 2 / 7
Perbesar
img-2
Massa yang tergabung dalam Komite Aksi Perempuan (KAP) melakukan aksi memperingati Hari Buruh Sedunia (May Day) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Dalam aksinya, para buruh migran ini membawa "Catatan Hitam Buruh Perempuan 2016" dan melihat pemerintah Joko widodo justru cenderung mendiskriminasikan para pekerja migran atau tidak sesuai dengan apa yang diratifikasi PBB itu, salah satunya tercermin di dalam kebijakan roadmap zero domestic workers.
Foto 3 / 7
Perbesar
img-3
Massa yang tergabung dalam Komite Aksi Perempuan (KAP) melakukan aksi memperingati Hari Buruh Sedunia (May Day) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Dalam aksinya, para buruh migran ini membawa "Catatan Hitam Buruh Perempuan 2016" dan melihat pemerintah Joko widodo justru cenderung mendiskriminasikan para pekerja migran atau tidak sesuai dengan apa yang diratifikasi PBB itu, salah satunya tercermin di dalam kebijakan roadmap zero domestic workers.
Foto 4 / 7
Perbesar
img-4
Massa yang tergabung dalam Komite Aksi Perempuan (KAP) melakukan aksi memperingati Hari Buruh Sedunia (May Day) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Dalam aksinya, para buruh migran ini membawa "Catatan Hitam Buruh Perempuan 2016" dan melihat pemerintah Joko widodo justru cenderung mendiskriminasikan para pekerja migran atau tidak sesuai dengan apa yang diratifikasi PBB itu, salah satunya tercermin di dalam kebijakan roadmap zero domestic workers.
Foto 5 / 7
Perbesar
img-5
Massa yang tergabung dalam Komite Aksi Perempuan (KAP) melakukan aksi memperingati Hari Buruh Sedunia (May Day) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Dalam aksinya, para buruh migran ini membawa "Catatan Hitam Buruh Perempuan 2016" dan melihat pemerintah Joko widodo justru cenderung mendiskriminasikan para pekerja migran atau tidak sesuai dengan apa yang diratifikasi PBB itu, salah satunya tercermin di dalam kebijakan roadmap zero domestic workers.
Foto 6 / 7
Perbesar
img-6
Massa yang tergabung dalam Komite Aksi Perempuan (KAP) melakukan aksi memperingati Hari Buruh Sedunia (May Day) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Dalam aksinya, para buruh migran ini membawa "Catatan Hitam Buruh Perempuan 2016" dan melihat pemerintah Joko widodo justru cenderung mendiskriminasikan para pekerja migran atau tidak sesuai dengan apa yang diratifikasi PBB itu, salah satunya tercermin di dalam kebijakan roadmap zero domestic workers.
Foto 7 / 7
Perbesar
img-7
Massa yang tergabung dalam Komite Aksi Perempuan (KAP) melakukan aksi memperingati Hari Buruh Sedunia (May Day) di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Dalam aksinya, para buruh migran ini membawa "Catatan Hitam Buruh Perempuan 2016" dan melihat pemerintah Joko widodo justru cenderung mendiskriminasikan para pekerja migran atau tidak sesuai dengan apa yang diratifikasi PBB itu, salah satunya tercermin di dalam kebijakan roadmap zero domestic workers.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Catatan Hitam Buruh Perempuan

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Dalam aksinya, para buruh migran ini membawa "Catatan Hitam Buruh Perempuan 2016".

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya