Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 9
Perbesar
img-1
Ribuan Buruh dari berbagai aliansi Serikat Pekerja berunjukrasa di depan Gedung DPR, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Dalam memperingati hari buruh internasional 2016, buruh menuntut, menolak upah murah, tolak kriminalisasi buruh, tolak reklamasi, menghentikan pemutusan hubungan kerja dan RUU pengampunan pajak (tax amnesty) yang dianggap merugikan buruh. Sementara kaum buruh dikendalikan dengan sistem upah murah melalui PP 78/2015.
Foto 2 / 9
Perbesar
img-2
Ribuan Buruh dari berbagai aliansi Serikat Pekerja berunjukrasa di depan Gedung DPR, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Dalam memperingati hari buruh internasional 2016, buruh menuntut, menolak upah murah, tolak kriminalisasi buruh, tolak reklamasi, menghentikan pemutusan hubungan kerja dan RUU pengampunan pajak (tax amnesty) yang dianggap merugikan buruh. Sementara kaum buruh dikendalikan dengan sistem upah murah melalui PP 78/2015.
Foto 3 / 9
Perbesar
img-3
Ribuan Buruh dari berbagai aliansi Serikat Pekerja berunjukrasa di depan Gedung DPR, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Dalam memperingati hari buruh internasional 2016, buruh menuntut, menolak upah murah, tolak kriminalisasi buruh, tolak reklamasi, menghentikan pemutusan hubungan kerja dan RUU pengampunan pajak (tax amnesty) yang dianggap merugikan buruh. Sementara kaum buruh dikendalikan dengan sistem upah murah melalui PP 78/2015.
Foto 4 / 9
Perbesar
img-4
Ribuan Buruh dari berbagai aliansi Serikat Pekerja berunjukrasa di depan Gedung DPR, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Dalam memperingati hari buruh internasional 2016, buruh menuntut, menolak upah murah, tolak kriminalisasi buruh, tolak reklamasi, menghentikan pemutusan hubungan kerja dan RUU pengampunan pajak (tax amnesty) yang dianggap merugikan buruh. Sementara kaum buruh dikendalikan dengan sistem upah murah melalui PP 78/2015.
Foto 5 / 9
Perbesar
img-5
Ribuan Buruh dari berbagai aliansi Serikat Pekerja berunjukrasa di depan Gedung DPR, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Dalam memperingati hari buruh internasional 2016, buruh menuntut, menolak upah murah, tolak kriminalisasi buruh, tolak reklamasi, menghentikan pemutusan hubungan kerja dan RUU pengampunan pajak (tax amnesty) yang dianggap merugikan buruh. Sementara kaum buruh dikendalikan dengan sistem upah murah melalui PP 78/2015.
Foto 6 / 9
Perbesar
img-6
Ribuan Buruh dari berbagai aliansi Serikat Pekerja berunjukrasa di depan Gedung DPR, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Dalam memperingati hari buruh internasional 2016, buruh menuntut, menolak upah murah, tolak kriminalisasi buruh, tolak reklamasi, menghentikan pemutusan hubungan kerja dan RUU pengampunan pajak (tax amnesty) yang dianggap merugikan buruh. Sementara kaum buruh dikendalikan dengan sistem upah murah melalui PP 78/2015.
Foto 7 / 9
Perbesar
img-7
Ribuan Buruh dari berbagai aliansi Serikat Pekerja berunjukrasa di depan Gedung DPR, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Dalam memperingati hari buruh internasional 2016, buruh menuntut, menolak upah murah, tolak kriminalisasi buruh, tolak reklamasi, menghentikan pemutusan hubungan kerja dan RUU pengampunan pajak (tax amnesty) yang dianggap merugikan buruh. Sementara kaum buruh dikendalikan dengan sistem upah murah melalui PP 78/2015.
Foto 8 / 9
Perbesar
img-8
Ribuan Buruh dari berbagai aliansi Serikat Pekerja berunjukrasa di depan Gedung DPR, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Dalam memperingati hari buruh internasional 2016, buruh menuntut, menolak upah murah, tolak kriminalisasi buruh, tolak reklamasi, menghentikan pemutusan hubungan kerja dan RUU pengampunan pajak (tax amnesty) yang dianggap merugikan buruh. Sementara kaum buruh dikendalikan dengan sistem upah murah melalui PP 78/2015.
Foto 9 / 9
Perbesar
img-9
Ribuan Buruh dari berbagai aliansi Serikat Pekerja berunjukrasa di depan Gedung DPR, Jakarta, Minggu (1/5/2016). Dalam memperingati hari buruh internasional 2016, buruh menuntut, menolak upah murah, tolak kriminalisasi buruh, tolak reklamasi, menghentikan pemutusan hubungan kerja dan RUU pengampunan pajak (tax amnesty) yang dianggap merugikan buruh. Sementara kaum buruh dikendalikan dengan sistem upah murah melalui PP 78/2015.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Peringati May Day, Buruh Mulai Geruduk DPR

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Ribuan Buruh dari berbagai aliansi Serikat Pekerja berunjukrasa di depan Gedung DPR, Jakarta, Minggu (1/5/2016).

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya