Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 13
Perbesar
img-1
Keberadaan bangunan kuno itu selain menawarkan objek wisata kemegahan bangunan rumah limas, di dalamnya dapat mengenal adat istiadat pada masa Kesultanan Palembang.
Foto 2 / 13
Perbesar
img-2
Keberadaan bangunan kuno itu selain menawarkan objek wisata kemegahan bangunan rumah limas, di dalamnya dapat mengenal adat istiadat pada masa Kesultanan Palembang.
Foto 3 / 13
Perbesar
img-3
Rumah yang berbentuk persegi panjang berdiri di atas tiang kayu unglen atau ulin ini memiliki luas kisaran 400 hingga 1.000 meter persegi dengan tingkatan teras atau kijing menjadi simbol kelompok keturunan kaum bangsawan, seperti Kemas, Ki Agus, Masagus. dan terakhir golongan Raden.
Foto 4 / 13
Perbesar
img-4
Beberapa peralatan yang menggambarkan tradisi adat tersimpan dengan rapi di rumah limas ini, mulai dari perlengkapan isi rumah kalangan bangsawan hingga tradisi lamaran pernikahan seperti menimbang tangan calon pengantin dengan Kitab Suci hingga tempat tidur para bangsawan dengan tingkatan jurai berwarna warni di atasnya melambangkan tingkatan ekonomi mereka di kala masa Kesultanan Palembang.
Foto 5 / 13
Perbesar
img-5
Beberapa peralatan yang menggambarkan tradisi adat tersimpan dengan rapi di rumah limas ini, mulai dari perlengkapan isi rumah kalangan bangsawan hingga tradisi lamaran pernikahan seperti menimbang tangan calon pengantin dengan Kitab Suci hingga tempat tidur para bangsawan dengan tingkatan jurai berwarna warni di atasnya melambangkan tingkatan ekonomi mereka di kala masa Kesultanan Palembang.
Foto 6 / 13
Perbesar
img-6
Rumah limas atau "Rumah Bari" sebutan masyarakat setempat, Bari dalam bahasa Palembang berarti lama atau kuno ini merupakan salah satu peninggalan kebudayaan dari Kerajaan Sriwijaya dan mulai dikenal sebagai rumah tradisional sejak jaman Kesultanan Palembang yang kini masih tetap kokoh berdiri dan terpelihara dengan baik di kawasan Museum Balaputra Dewa.
Foto 7 / 13
Perbesar
img-7
Rumah limas ini awalnya berada di daerah Kecamatan Pemulutan Kabupaten Ogan Komering Ilir milik seorang warga yakni Pangeran Syarief Abdul Rahman Al Habsi, dan kemudian dibeli Pangeran Kuto, selanjutnya pada tahun 1985 rumah limas ini dipindahkan ke kawasan Museum Balaputra Dewa Palembang.
Foto 8 / 13
Perbesar
img-8
Beberapa peralatan yang menggambarkan tradisi adat tersimpan dengan rapi di rumah limas ini, mulai dari perlengkapan isi rumah kalangan bangsawan hingga tradisi lamaran pernikahan seperti menimbang tangan calon pengantin dengan Kitab Suci hingga tempat tidur para bangsawan dengan tingkatan jurai berwarna warni di atasnya melambangkan tingkatan ekonomi mereka di kala masa Kesultanan Palembang.
Foto 9 / 13
Perbesar
img-9
Beberapa peralatan yang menggambarkan tradisi adat tersimpan dengan rapi di rumah limas ini, mulai dari perlengkapan isi rumah kalangan bangsawan hingga tradisi lamaran pernikahan seperti menimbang tangan calon pengantin dengan Kitab Suci hingga tempat tidur para bangsawan dengan tingkatan jurai berwarna warni di atasnya melambangkan tingkatan ekonomi mereka di kala masa Kesultanan Palembang.
Foto 10 / 13
Perbesar
img-10
Keberadaan rumah limas tak hanya menjadi simbol Provinsi Sumatera Selatan yang tertera di bagian gambar uang kertas pecahan sepuluh ribu rupiah oleh Bank Indonesia, tetapi juga menjadi salah satu objek wisata sarat akan nilai budaya dan sejarah, sehingga sangat sayang dilewatkan jika tengah berkunjung ke Kota Palembang.
Foto 11 / 13
Perbesar
img-11
Beberapa peralatan yang menggambarkan tradisi adat tersimpan dengan rapi di rumah limas ini, mulai dari perlengkapan isi rumah kalangan bangsawan hingga tradisi lamaran pernikahan seperti menimbang tangan calon pengantin dengan Kitab Suci hingga tempat tidur para bangsawan dengan tingkatan jurai berwarna warni di atasnya melambangkan tingkatan ekonomi mereka di kala masa Kesultanan Palembang.
Foto 12 / 13
Perbesar
img-12
Rumah yang berbentuk persegi panjang berdiri di atas tiang kayu unglen atau ulin ini memiliki luas kisaran 400 hingga 1.000 meter persegi dengan tingkatan teras atau kijing menjadi simbol kelompok keturunan kaum bangsawan, seperti Kemas, Ki Agus, Masagus. dan terakhir golongan Raden.
Foto 13 / 13
Perbesar
img-13
Beberapa peralatan yang menggambarkan tradisi adat tersimpan dengan rapi di rumah limas ini, mulai dari perlengkapan isi rumah kalangan bangsawan hingga tradisi lamaran pernikahan seperti menimbang tangan calon pengantin dengan Kitab Suci hingga tempat tidur para bangsawan dengan tingkatan jurai berwarna warni di atasnya melambangkan tingkatan ekonomi mereka di kala masa Kesultanan Palembang.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Mengenal Adat Istiadat Palembang dari Rumah Limas

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Keberadaan bangunan kuno itu selain menawarkan objek wisata kemegahan bangunan rumah limas, di dalamnya dapat mengenal adat istiadat pada masa Kesultanan Palembang.
 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya