Kembali
Share
https://digital.okezone.com/view/NaN/aN/aN/1/24585/ppp-djan-faridz-kutuk-aksi-pelemparan-bom-molotov
Foto 1 / 8
Perbesar
Wasekjen DPP PPP Sudarto (kanan) didampingi Waketum DPP PPP Habiel Maratih (tengah) dan Ketua DPP PPP Ahmad Gajali Harahap (kiri) memberikan konferensi pers terkait insiden pelemparan molotov di Yogya saat digelarnya Tablig Akbar PPP, di Kantor DPP PPP, Jakarta, Senin (18/4/2016). DPP PPP mengutuk keras aksi pelemparan bom molotov di Yogyakarta dan meminta pihak Kepolisian mengusut tuntas insiden tersebut. DPP PPP juga memerintahkan berkabung selama tujuh hari untuk seluruh kader PPP di seluruh Indonesia.
Foto 2 / 8
Perbesar
Wasekjen DPP PPP Sudarto (kanan) didampingi Waketum DPP PPP Habiel Maratih (tengah) dan Ketua DPP PPP Ahmad Gajali Harahap (kiri) memberikan konferensi pers terkait insiden pelemparan molotov di Yogya saat digelarnya Tablig Akbar PPP, di Kantor DPP PPP, Jakarta, Senin (18/4/2016). DPP PPP mengutuk keras aksi pelemparan bom molotov di Yogyakarta dan meminta pihak Kepolisian mengusut tuntas insiden tersebut. DPP PPP juga memerintahkan berkabung selama tujuh hari untuk seluruh kader PPP di seluruh Indonesia.
Foto 3 / 8
Perbesar
Wasekjen DPP PPP Sudarto (kanan) didampingi Waketum DPP PPP Habiel Maratih (tengah) dan Ketua DPP PPP Ahmad Gajali Harahap (kiri) memberikan konferensi pers terkait insiden pelemparan molotov di Yogya saat digelarnya Tablig Akbar PPP, di Kantor DPP PPP, Jakarta, Senin (18/4/2016). DPP PPP mengutuk keras aksi pelemparan bom molotov di Yogyakarta dan meminta pihak Kepolisian mengusut tuntas insiden tersebut. DPP PPP juga memerintahkan berkabung selama tujuh hari untuk seluruh kader PPP di seluruh Indonesia.
Foto 4 / 8
Perbesar
Wasekjen DPP PPP Sudarto (kanan) didampingi Waketum DPP PPP Habiel Maratih (tengah) dan Ketua DPP PPP Ahmad Gajali Harahap (kiri) memberikan konferensi pers terkait insiden pelemparan molotov di Yogya saat digelarnya Tablig Akbar PPP, di Kantor DPP PPP, Jakarta, Senin (18/4/2016). DPP PPP mengutuk keras aksi pelemparan bom molotov di Yogyakarta dan meminta pihak Kepolisian mengusut tuntas insiden tersebut. DPP PPP juga memerintahkan berkabung selama tujuh hari untuk seluruh kader PPP di seluruh Indonesia.
Foto 5 / 8
Perbesar
Wasekjen DPP PPP Sudarto (kanan) didampingi Waketum DPP PPP Habiel Maratih (tengah) dan Ketua DPP PPP Ahmad Gajali Harahap (kiri) memberikan konferensi pers terkait insiden pelemparan molotov di Yogya saat digelarnya Tablig Akbar PPP, di Kantor DPP PPP, Jakarta, Senin (18/4/2016). DPP PPP mengutuk keras aksi pelemparan bom molotov di Yogyakarta dan meminta pihak Kepolisian mengusut tuntas insiden tersebut. DPP PPP juga memerintahkan berkabung selama tujuh hari untuk seluruh kader PPP di seluruh Indonesia.
Foto 6 / 8
Perbesar
DPP PPP mengutuk keras aksi pelemparan bom molotov di Yogyakarta dan meminta pihak Kepolisian mengusut tuntas insiden tersebut. DPP PPP juga memerintahkan berkabung selama tujuh hari untuk seluruh kader PPP di seluruh Indonesia.
Foto 7 / 8
Perbesar
DPP PPP mengutuk keras aksi pelemparan bom molotov di Yogyakarta dan meminta pihak Kepolisian mengusut tuntas insiden tersebut. DPP PPP juga memerintahkan berkabung selama tujuh hari untuk seluruh kader PPP di seluruh Indonesia.
Foto 8 / 8
Perbesar
Wasekjen DPP PPP Sudarto (kanan) didampingi Waketum DPP PPP Habiel Maratih (tengah) dan Ketua DPP PPP Ahmad Gajali Harahap (kiri) memberikan konferensi pers terkait insiden pelemparan molotov di Yogya saat digelarnya Tablig Akbar PPP, di Kantor DPP PPP, Jakarta, Senin (18/4/2016). DPP PPP mengutuk keras aksi pelemparan bom molotov di Yogyakarta dan meminta pihak Kepolisian mengusut tuntas insiden tersebut. DPP PPP juga memerintahkan berkabung selama tujuh hari untuk seluruh kader PPP di seluruh Indonesia.
Advertisement
PPP Djan Faridz Kutuk Aksi Pelemparan Bom Molotov
Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A
DPP PPP mengutuk keras aksi pelemparan bom molotov di Yogyakarta dan meminta pihak Kepolisian mengusut tuntas insiden tersebut.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Follow
Topik Artikel :
Foto Lainnya