Kembali
Share
https://digital.okezone.com/view/NaN/aN/aN/4/22705/gaduh-blok-masela
Foto 1 / 11
Perbesar
Dari Kiri: Pengamat Energi Fathurahman, Pendiri Berdikari Center dan juga Kelompok Ahli Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan Sugita, mantan Staf Ahli Beppenas Bemby Uripto, Anggota DPD RI Dapil Maluku Nono Sampono, moderator Hardi Hermawan, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya W Yudha, dan mantan Deputi Perencanaa SKK Migas saat menjadi pembicara diskusi Polemik dengan tema "Gaduh Blok Masela" di Jakarta, (2/1/2016). Diskusi tersebut mengangkat dua opsi terkait pembangunan kilang di blok migas, yaitu dengan sistem LNG terapung (floating LNG) dan lewat darat atau pipanisasi (onshore).
Foto 2 / 11
Perbesar
Dari Kiri: Pengamat Energi Fathurahman, Pendiri Berdikari Center dan juga Kelompok Ahli Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan Sugita, mantan Staf Ahli Beppenas Bemby Uripto, Anggota DPD RI Dapil Maluku Nono Sampono, moderator Hardi Hermawan, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya W Yudha, dan mantan Deputi Perencanaa SKK Migas saat menjadi pembicara diskusi Polemik dengan tema "Gaduh Blok Masela" di Jakarta, (2/1/2016). Diskusi tersebut mengangkat dua opsi terkait pembangunan kilang di blok migas, yaitu dengan sistem LNG terapung (floating LNG) dan lewat darat atau pipanisasi (onshore).
Foto 3 / 11
Perbesar
diskusi Polemik dengan tema "Gaduh Blok Masela" di Jakarta, (2/1/2016). Diskusi tersebut mengangkat dua opsi terkait pembangunan kilang di blok migas, yaitu dengan sistem LNG terapung (floating LNG) dan lewat darat atau pipanisasi (onshore).
Foto 4 / 11
Perbesar
diskusi Polemik dengan tema "Gaduh Blok Masela" di Jakarta, (2/1/2016). Diskusi tersebut mengangkat dua opsi terkait pembangunan kilang di blok migas, yaitu dengan sistem LNG terapung (floating LNG) dan lewat darat atau pipanisasi (onshore).
Foto 5 / 11
Perbesar
diskusi Polemik dengan tema "Gaduh Blok Masela" di Jakarta, (2/1/2016). Diskusi tersebut mengangkat dua opsi terkait pembangunan kilang di blok migas, yaitu dengan sistem LNG terapung (floating LNG) dan lewat darat atau pipanisasi (onshore).
Foto 6 / 11
Perbesar
diskusi Polemik dengan tema "Gaduh Blok Masela" di Jakarta, (2/1/2016). Diskusi tersebut mengangkat dua opsi terkait pembangunan kilang di blok migas, yaitu dengan sistem LNG terapung (floating LNG) dan lewat darat atau pipanisasi (onshore).
Foto 7 / 11
Perbesar
diskusi Polemik dengan tema "Gaduh Blok Masela" di Jakarta, (2/1/2016). Diskusi tersebut mengangkat dua opsi terkait pembangunan kilang di blok migas, yaitu dengan sistem LNG terapung (floating LNG) dan lewat darat atau pipanisasi (onshore).
Foto 8 / 11
Perbesar
Dari Kiri: Pengamat Energi Fathurahman, Pendiri Berdikari Center dan juga Kelompok Ahli Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan Sugita, mantan Staf Ahli Beppenas Bemby Uripto, Anggota DPD RI Dapil Maluku Nono Sampono, moderator Hardi Hermawan, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya W Yudha, dan mantan Deputi Perencanaa SKK Migas saat menjadi pembicara diskusi Polemik dengan tema "Gaduh Blok Masela" di Jakarta, (2/1/2016). Diskusi tersebut mengangkat dua opsi terkait pembangunan kilang di blok migas, yaitu dengan sistem LNG terapung (floating LNG) dan lewat darat atau pipanisasi (onshore).
Foto 9 / 11
Perbesar
diskusi Polemik dengan tema "Gaduh Blok Masela" di Jakarta, (2/1/2016). Diskusi tersebut mengangkat dua opsi terkait pembangunan kilang di blok migas, yaitu dengan sistem LNG terapung (floating LNG) dan lewat darat atau pipanisasi (onshore).
Foto 10 / 11
Perbesar
Dari Kiri: Pengamat Energi Fathurahman, Pendiri Berdikari Center dan juga Kelompok Ahli Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan Sugita, mantan Staf Ahli Beppenas Bemby Uripto, Anggota DPD RI Dapil Maluku Nono Sampono, moderator Hardi Hermawan, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya W Yudha, dan mantan Deputi Perencanaa SKK Migas saat menjadi pembicara diskusi Polemik dengan tema "Gaduh Blok Masela" di Jakarta, (2/1/2016). Diskusi tersebut mengangkat dua opsi terkait pembangunan kilang di blok migas, yaitu dengan sistem LNG terapung (floating LNG) dan lewat darat atau pipanisasi (onshore).
Foto 11 / 11
Perbesar
Dari Kiri: Pengamat Energi Fathurahman, Pendiri Berdikari Center dan juga Kelompok Ahli Badan Nasional Pengelolaan Perbatasan Sugita, mantan Staf Ahli Beppenas Bemby Uripto, Anggota DPD RI Dapil Maluku Nono Sampono, moderator Hardi Hermawan, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Satya W Yudha, dan mantan Deputi Perencanaa SKK Migas saat menjadi pembicara diskusi Polemik dengan tema "Gaduh Blok Masela" di Jakarta, (2/1/2016). Diskusi tersebut mengangkat dua opsi terkait pembangunan kilang di blok migas, yaitu dengan sistem LNG terapung (floating LNG) dan lewat darat atau pipanisasi (onshore).
Advertisement
Gaduh Blok Masela
Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A
Diskusi tersebut mengangkat dua opsi terkait pembangunan kilang di blok migas, yaitu dengan sistem LNG terapung (floating LNG) dan lewat darat atau pipanisasi (onshore).
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Follow
Topik Artikel :
Foto Lainnya