Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 8
Perbesar
img-1
Dari kiri: Ketua Tim Investigasi Mardjono Siswosuwarno, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, dan Plt Kasubkom Investigasi Kecelakaan Penerbangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nurcahyo Utomo menjelaskan tahapan jatuhnya pesawat saat rilis hasil penyelidikan kecelakaan pesawat Air Asia QZ 8501 di Jakarta, Selasa (1/12/2015). KNKT menyatakan jatuhnya pesawat disebabkan oleh retakan solder pada modul elektronik pembatas kemudi guling pesawat terbang (Rudder Travel Limiter Unit/RTLU).
Foto 2 / 8
Perbesar
img-2
Plt Kasubkom Investigasi Kecelakaan Penerbangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nurcahyo Utomo (kanan) menjelaskan tahapan jatuhnya pesawat saat rilis hasil penyelidikan kecelakaan pesawat Air Asia QZ 8501 di Jakarta, Selasa (1/12/2015). KNKT menyatakan jatuhnya pesawat disebabkan oleh retakan solder pada modul elektronik pembatas kemudi guling pesawat terbang (Rudder Travel Limiter Uunit/RTLU).
Foto 3 / 8
Perbesar
img-3
Ketua Tim Investigasi Mardjono Siswosuwarno menjelaskan tahapan jatuhnya pesawat saat rilis hasil penyelidikan kecelakaan pesawat Air Asia QZ 8501 di Jakarta, Selasa (1/12/2015). KNKT menyatakan jatuhnya pesawat disebabkan oleh retakan solder pada modul elektronik pembatas kemudi guling pesawat terbang (Rudder Travel Limiter Uunit/RTLU).
Foto 4 / 8
Perbesar
img-4
Dari kiri: Ketua Tim Investigasi Mardjono Siswosuwarno, Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, dan Plt Kasubkom Investigasi Kecelakaan Penerbangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Nurcahyo Utomo menjelaskan tahapan jatuhnya pesawat saat rilis hasil penyelidikan kecelakaan pesawat Air Asia QZ 8501 di Jakarta, Selasa (1/12/2015). KNKT menyatakan jatuhnya pesawat disebabkan oleh retakan solder pada modul elektronik pembatas kemudi guling pesawat terbang (Rudder Travel Limiter Unit/RTLU).
Foto 5 / 8
Perbesar
img-5
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan tahapan jatuhnya pesawat saat rilis hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) atas kecelakaan pesawat Air Asia QZ 8501 di Jakarta, Selasa (1/12/2015). KNKT menyatakan jatuhnya pesawat disebabkan oleh retakan solder pada modul elektronik pembatas kemudi guling pesawat terbang (Rudder Travel Limiter Unit/RTLU).
Foto 6 / 8
Perbesar
img-6
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan tahapan jatuhnya pesawat saat rilis hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) atas kecelakaan pesawat Air Asia QZ 8501 di Jakarta, Selasa (1/12/2015). KNKT menyatakan jatuhnya pesawat disebabkan oleh retakan solder pada modul elektronik pembatas kemudi guling pesawat terbang (Rudder Travel Limiter Unit/RTLU).
Foto 7 / 8
Perbesar
img-7
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan tahapan jatuhnya pesawat saat rilis hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) atas kecelakaan pesawat Air Asia QZ 8501 di Jakarta, Selasa (1/12/2015). KNKT menyatakan jatuhnya pesawat disebabkan oleh retakan solder pada modul elektronik pembatas kemudi guling pesawat terbang (Rudder Travel Limiter Unit/RTLU).
Foto 8 / 8
Perbesar
img-8
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan tahapan jatuhnya pesawat saat rilis hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) atas kecelakaan pesawat Air Asia QZ 8501 di Jakarta, Selasa (1/12/2015). KNKT menyatakan jatuhnya pesawat disebabkan oleh retakan solder pada modul elektronik pembatas kemudi guling pesawat terbang (Rudder Travel Limiter Unit/RTLU).
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Hasil Investigasi Kecelakaan Air Asia QZ8501

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

KNKT menyatakan jatuhnya pesawat disebabkan oleh retakan solder pada modul elektronik pembatas kemudi guling pesawat terbang (Rudder Travel Limiter Unit/RTLU).

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya