Kembali
Share
https://digital.okezone.com/view/NaN/aN/aN/4/18595/rekomendasikan-penghapusan-premium
Foto 1 / 11
Perbesar
Ekonom Faisal Basri saat bincang-bincang dengan Okezone di Jakarta, Kamis (19/2/2015). Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) dalam kesempatan ini mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi untuk menghapus bensin RON 88 (premium), tetapi kewenangan tersebut tetap ada pada pemerintah.
Foto 2 / 11
Perbesar
Ekonom Faisal Basri saat bincang-bincang dengan Okezone di Jakarta, Kamis (19/2/2015). Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) dalam kesempatan ini mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi untuk menghapus bensin RON 88 (premium), tetapi kewenangan tersebut tetap ada pada pemerintah.
Foto 3 / 11
Perbesar
Ekonom Faisal Basri saat bincang-bincang dengan Okezone di Jakarta, Kamis (19/2/2015). Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) dalam kesempatan ini mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi untuk menghapus bensin RON 88 (premium), tetapi kewenangan tersebut tetap ada pada pemerintah.
Foto 4 / 11
Perbesar
Ekonom Faisal Basri saat bincang-bincang dengan Okezone di Jakarta, Kamis (19/2/2015). Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) dalam kesempatan ini mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi untuk menghapus bensin RON 88 (premium), tetapi kewenangan tersebut tetap ada pada pemerintah.
Foto 5 / 11
Perbesar
Ekonom Faisal Basri saat bincang-bincang dengan Okezone di Jakarta, Kamis (19/2/2015). Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) dalam kesempatan ini mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi untuk menghapus bensin RON 88 (premium), tetapi kewenangan tersebut tetap ada pada pemerintah.
Foto 6 / 11
Perbesar
Ekonom Faisal Basri saat bincang-bincang dengan Okezone di Jakarta, Kamis (19/2/2015). Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) dalam kesempatan ini mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi untuk menghapus bensin RON 88 (premium), tetapi kewenangan tersebut tetap ada pada pemerintah.
Foto 7 / 11
Perbesar
Ekonom Faisal Basri saat bincang-bincang dengan Okezone di Jakarta, Kamis (19/2/2015). Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) dalam kesempatan ini mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi untuk menghapus bensin RON 88 (premium), tetapi kewenangan tersebut tetap ada pada pemerintah.
Foto 8 / 11
Perbesar
Ekonom Faisal Basri saat bincang-bincang dengan Okezone di Jakarta, Kamis (19/2/2015). Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) dalam kesempatan ini mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi untuk menghapus bensin RON 88 (premium), tetapi kewenangan tersebut tetap ada pada pemerintah.
Foto 9 / 11
Perbesar
Ekonom Faisal Basri saat bincang-bincang dengan Okezone di Jakarta, Kamis (19/2/2015). Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) dalam kesempatan ini mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi untuk menghapus bensin RON 88 (premium), tetapi kewenangan tersebut tetap ada pada pemerintah.
Foto 10 / 11
Perbesar
Ekonom Faisal Basri saat bincang-bincang dengan Okezone di Jakarta, Kamis (19/2/2015). Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) dalam kesempatan ini mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi untuk menghapus bensin RON 88 (premium), tetapi kewenangan tersebut tetap ada pada pemerintah.
Foto 11 / 11
Perbesar
Ekonom Faisal Basri saat bincang-bincang dengan Okezone di Jakarta, Kamis (19/2/2015). Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) dalam kesempatan ini mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi untuk menghapus bensin RON 88 (premium), tetapi kewenangan tersebut tetap ada pada pemerintah.
Advertisement
Rekomendasikan Penghapusan Premium
Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A
Ekonom Faisal Basri saat bincang-bincang dengan Okezone di Jakarta, Kamis (19/2/2015).
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Follow
Topik Artikel :
Foto Lainnya