Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 9
Perbesar
img-1
Pengamat Ekonomi Prof Didin Damanhuri (kiri) dan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri pada diskusi Outlook Ekonomi Politik 2015 di MNC Tower, Jakarta, Senin (29/12/2014).
Foto 2 / 9
Perbesar
img-2
Dari kiri: Pengamat Ekonomi Prof Didin Damanhuri, Pemimpin Redaksi RCTI Arya Sinulingga, dan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri memberikan pemaparannya pada diskusi Outlook Ekonomi Politik 2015 di MNC Tower, Jakarta, Senin (29/12/2014).
Foto 3 / 9
Perbesar
img-3
Dari kiri: Pengamat Ekonomi Prof Didin Damanhuri, Pemimpin Redaksi RCTI Arya Sinulingga, dan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri memberikan pemaparannya pada diskusi Outlook Ekonomi Politik 2015 di MNC Tower, Jakarta, Senin (29/12/2014).
Foto 4 / 9
Perbesar
img-4
Dari kiri: Pengamat Ekonomi Prof Didin Damanhuri, Pemimpin Redaksi RCTI Arya Sinulingga, dan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri memberikan pemaparannya pada diskusi Outlook Ekonomi Politik 2015 di MNC Tower, Jakarta, Senin (29/12/2014).
Foto 5 / 9
Perbesar
img-5
Pengamat Ekonomi Prof Didin Damanhuri memberikan pemaparannya pada diskusi Outlook Ekonomi Politik 2015 di MNC Tower, Jakarta, Senin (29/12/2014).
Foto 6 / 9
Perbesar
img-6
Dari kiri: Pengamat Ekonomi Prof Didin Damanhuri, Pemimpin Redaksi RCTI Arya Sinulingga, dan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri memberikan pemaparannya pada diskusi Outlook Ekonomi Politik 2015 di MNC Tower, Jakarta, Senin (29/12/2014).
Foto 7 / 9
Perbesar
img-7
Dari kiri: Pengamat Ekonomi Prof Didin Damanhuri, Pemimpin Redaksi RCTI Arya Sinulingga, dan Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri memberikan pemaparannya pada diskusi Outlook Ekonomi Politik 2015 di MNC Tower, Jakarta, Senin (29/12/2014).
Foto 8 / 9
Perbesar
img-8
Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri menanggapi pesimistis akan target pemerintahan Presiden Joko Widodo terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran tujuh persen. Faisal memprediksi pertumbuhan tahun depan bisa tumbuh enam persen.
Foto 9 / 9
Perbesar
img-9
Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri menanggapi pesimistis akan target pemerintahan Presiden Joko Widodo terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran tujuh persen. Faisal memprediksi pertumbuhan tahun depan bisa tumbuh enam persen.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 6%

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas, Faisal Basri memberikan pemaparannya pada diskusi Outlook Ekonomi Politik 2015 di MNC Tower, Jakarta, Senin (29/12/2014).

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya