Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
Seorang umat Hindu menyiapkan sesajen saat persembahyangan Hari Raya Galungan di Ubud, Bali, Rabu (17/12/2014). Umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan setiap 6 bulan sebagai hari kemenangan kebenaran (Dharma) di atas kejahatan (Adharma) yang diisi dengan persembahyangan di Pura tiap desa adat di seluruh Bali.
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
Sejumlah umat Hindu membawa sesajen saat persembahyangan Hari Raya Galungan di Ubud, Bali, Rabu (17/12). Umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan setiap 6 bulan sebagai hari kemenangan kebenaran (Dharma) di atas kejahatan (Adharma) yang diisi dengan persembahyangan di Pura tiap desa adat di seluruh Bali.
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
Seorang umat Hindu menyiapkan sesajen saat persembahyangan Hari Raya Galungan di Ubud, Bali, Rabu (17/12/2014). Umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan setiap 6 bulan sebagai hari kemenangan kebenaran (Dharma) di atas kejahatan (Adharma) yang diisi dengan persembahyangan di Pura tiap desa adat di seluruh Bali.
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
Umat Hindu mengikuti persembahyangan Hari Raya Galungan di Ubud, Bali, Rabu (17/12/2014). Umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan setiap 6 bulan sebagai hari kemenangan kebenaran (Dharma) di atas kejahatan (Adharma) yang diisi dengan persembahyangan di Pura tiap desa adat di seluruh Bali.
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
Dua pemuka umat Hindu atau pemangku memimpin persembahyangan Hari Raya Galungan di Ubud, Bali, Rabu (17/12/2014). Umat Hindu merayakan Hari Raya Galungan setiap 6 bulan sebagai hari kemenangan kebenaran (Dharma) di atas kejahatan (Adharma) yang diisi dengan persembahyangan di Pura tiap desa adat di seluruh Bali.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Hari Raya Galungan

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Dua pemuka umat Hindu atau pemangku memimpin persembahyangan Hari Raya Galungan di Ubud, Bali, Rabu (17/12/2014).

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya