Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 13
Perbesar
img-1
Antrean warga yang akan membeli BBM bersubsidi di SPBU Sumur Pecung, hingga ke jalan raya, di Ciceri, Serang, Banten, Senin (17/11/2014). Hampir semua SPBU dijejali warga sejak Senin malam hingga dini hari setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi.
Foto 2 / 13
Perbesar
img-2
Sejumlah pengendara mengantre untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di SPBU 34-15143 Tangerang, Banten, Senin (17/11/2014) malam. Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan kebijakan penaikan harga bensin dan solar Rp2.000 per liter diperkirakan akan menambah inflasi 2% sehingga inflasi tahunan terkerek dari 5,3% menjadi 7,3% pada akhir tahun ini.
Foto 3 / 13
Perbesar
img-3
Warga antre untuk membeli BBM Subsidi di SPBU Kota Kediri, Jawa Timur, Senin (17/11/2014) malam. SPBU di wilayah Kota Kediri di penuhi warga yang antre untuk membeli BBM Subsidi jenis premium maupun Solar, Hal ini dilakukan warga setelah Presiden Jokowi mengumumkan kenaikan harga BBM subsidi jenis solar dari harga Rp5.500 menjadi Rp7.500 per liter dan premium dari harga Rp6.500 menjadi Rp8.500 per liter, berlaku Selasa (18/11) pukul 00.00 WIB.
Foto 4 / 13
Perbesar
img-4
Warga mengantre untuk membeli BBM di SPBU Lempuyangan, Yogyakarta, Senin (17/11/2014) malam. Sejumlah SPBU di Kota Yogyakarta dipadati oleh warga untuk mengisi penuh tangki kendaraan mereka setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan harga BBM mulai tanggal 18 November 2014 pukul 00.00 WIB.
Foto 5 / 13
Perbesar
img-5
Sejumlah kendaraan antre mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di SPBU Maya Jalur Pantura, Indramayu, Jawa Barat, Senin (17/11/2014) malam. Naiknya harga BBM bersubsidi jenis premium dari Rp6.500 per liter menjadi Rp8.500 per liter dan solar dari Rp5.500 per liter menjadi Rp7.500 per liter menyebabkan antrean panjang dan kemacetan di Jalur Pantura.
Foto 6 / 13
Perbesar
img-6
Pengendara motor antre mengisi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis bensin di SPBU Lubukbuaya, Padang, Sumatera Barat, Senin (17/11/2014) malam. Antrean panjang di SPBU melumpuhkan ruas jalan protokol di kota itu, pascapemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM bersubsidi jenis premium dari Rp6.500/liter menjadi Rp8.500/liter dan solar dari Rp5.500/liter menjadi Rp7.500/liter berlaku mulai 18 November 2014 pukul 00.00 WIB.
Foto 7 / 13
Perbesar
img-7
Pengguna kendaraan bermotor antre untuk membeli BBM jenis premium di salah satu SPBU di Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11/2014). Kendaraan mengantre untuk mengisi BBM setelah pemerintah menetapkan harga BBM bersubsidi jenis premium naik Rp2.000 menjadi Rp8.500 per liter dan solar naik Rp2.000 menjadi Rp7.500 per liter mulai Selasa (18/11) pukul 00.00 WIB.
Foto 8 / 13
Perbesar
img-8
Pengguna kendaraan bermotor mengantre untuk membeli BBM bersubsidi di salah satu SPBU Surabaya, Jawa Timur, Senin (17/11/2014) malam. Pemerintah menaikan harga BBM bersubsidi jenis premium Rp 2.000 menjadi Rp8.500/liter dan jenis solar naik Rp2.000 menjadi Rp7.500/liter mulai Selasa (18/11) pukul 00.00 WIB.
Foto 9 / 13
Perbesar
img-9
Pengguna kendaraan bermotor mengantre untuk mengisi BBM bersubsidi di SPBU Ring Road Medan, Sumatera Utara, Senin (17/11) malam. Pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM Subsidi jenis premium dari Rp6.500/liter menjadi Rp8.500/liter dan solar naik dari Rp5.500/liter menjadi Rp7.500/liter dimulai 18 November 2014 pukul 00.00 WIB.
Foto 10 / 13
Perbesar
img-10
Suasana antrean kendaraan bermotor di salah satu SPBU di Solo, Jawa Tengah, Senin (17/11/2014). Pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi jenis premium Rp2.000 menjadi Rp8.500/liter dan solar naik Rp2.000 menjadi Rp7.500/liter mulai Selasa (18/11) pukul 00.00 WIB.
Foto 11 / 13
Perbesar
img-11
Sejumlah kendaraan antre mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di SPBU Maya jalur pantura, Tegal, Jawa Tengah, Senin (17/11/2014) malam. Naiknya harga BBM bersubsidi jenis premium dari Rp6.500 per liter menjadi Rp8.500 per liter dan solar dari Rp5.500 per liter menjadi Rp7.500 per liter menyebabkan antrean panjang dan kemacetan di Jalur Pantura.
Foto 12 / 13
Perbesar
img-12
Sejumlah kendaraan antre mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis premium di SPBU Maya jalur pantura, Tegal, Jawa Tengah, Senin (17/11/2014) malam. Naiknya harga BBM bersubsidi jenis premium dari Rp6.500 per liter menjadi Rp8.500 per liter dan solar dari Rp5.500 per liter menjadi Rp7.500 per liter menyebabkan antrean panjang dan kemacetan di Jalur Pantura.
Foto 13 / 13
Perbesar
img-13
Pengguna kendaraan bermotor antre untuk membeli premium di salah satu SPBU di Jakarta Pusat, sebelum kenaikan harga BBM bersubsidi, Senin (17/11/2014). Harga BBM bersubsidi jenis premium naik Rp2.000 menjadi Rp8.500/liter dan solar naik Rp2.000 menjadi Rp7.500/liter mulai Selasa (18/11) pukul 00.00 WIB.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Antrean SPBU di Sejumlah Daerah

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang diberlakukan pada Selasa (18/11/2014) pukul 00.00 WIB, berdampak pada antrean panjang di sejumlah SPBU di Jakarta dan daerah.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya