Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pernyataan pers usai melakukan rapat kabinet terbatas tertutup di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (30/9/2014) dini hari. Presiden SBY mengatakan dirinya harus taat konstitusi sehingga tidak ada jalan bagi presiden untuk tidak setuju atas hasil paripurna DPR tentang UU Pilkada. Namun demikian, pemerintah akan menyiapkan rencana selanjutnya menyelamatkan sistem pilkada langsung yang dianggapnya sudah tepat.
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (keempat kiri) berjalan bersama Wapres Boediono (ketiga kanan) diikuti Ibu Negara Ny. Ani Yudhoyono (kiri) dan Ibu Herawati Boediono (kedua kiri) setibanya di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (30/9/2014) dini hari. Presiden SBY mengatakan dirinya harus taat konstitusi sehingga tidak ada jalan bagi presiden untuk tidak setuju atas hasil paripurna DPR tentang UU Pilkada. Namun demikian, pemerintah akan menyiapkan rencana selanjutnya menyelamatkan sistem pilkada langsung yang dianggapnya sudah tepat.
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pernyataan pers usai melakukan rapat kabinet terbatas tertutup di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (30/9/2014) dini hari. Presiden SBY mengatakan dirinya harus taat konstitusi sehingga tidak ada jalan bagi presiden untuk tidak setuju atas hasil paripurna DPR tentang UU Pilkada. Namun demikian, pemerintah akan menyiapkan rencana selanjutnya menyelamatkan sistem pilkada langsung yang dianggapnya sudah tepat.
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono usai memberikan pernyataan pers usai melakukan rapat kabinet terbatas tertutup di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (30/9/2014) dini hari. Presiden SBY mengatakan dirinya harus taat konstitusi sehingga tidak ada jalan bagi presiden untuk tidak setuju atas hasil paripurna DPR tentang UU Pilkada. Namun demikian, pemerintah akan menyiapkan rencana selanjutnya menyelamatkan sistem pilkada langsung yang dianggapnya sudah tepat.
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kiri) didampingi Menko Polhukam Djoko Suyanto (tengah) dan Menko Perekonomian Chairul Tanjung (kanan) memberikan pernyataan pers usai melakukan rapat kabinet terbatas tertutup di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (30/9/2014) dini hari. Presiden SBY mengatakan dirinya harus taat konstitusi sehingga tidak ada jalan bagi presiden untuk tidak setuju atas hasil paripurna DPR tentang UU Pilkada. Namun demikian, pemerintah akan menyiapkan rencana selanjutnya menyelamatkan sistem pilkada langsung yang dianggapnya sudah tepat.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Presiden Setujui UU Pilkada

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberikan pernyataan pers usai melakukan rapat kabinet terbatas tertutup di Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (30/9/2014) dini hari. Presiden SBY mengatakan dirinya harus taat konstitusi sehingga tidak ada jalan bagi presiden untuk tidak setuju atas hasil paripurna DPR tentang UU Pilkada. Namun demikian, pemerintah akan menyiapkan rencana selanjutnya menyelamatkan sistem pilkada langsung yang dianggapnya sudah tepat.
 

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya