Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 6
Perbesar
img-1
Seorang melintas di depan layar proyektor yang berisi bukti-bukti terkait insiden Pilpres di Hong Kong.
Foto 2 / 6
Perbesar
img-2
Dari kiri: Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, Pengamat Pemilu dari Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPRR) M Afifudin, Direktur Migrant Care Anis Hidayah, dan Kepala Biro Perencanaan dan Data Lucky Firnandy Majanto hadir sebagai pembicara pada diskusi pada acara Election Visit Program for International Election Management Bodies in Indonesia Presidential Election di Jakarta, Senin (7/7/2014). Diskusi tersebut membahas insiden pemilihan di Hong Kong yang mengakibatkan ratusan WNI terancam kehilangan hak suaranya pada Pilpres yang berlangsung Minggu 6 Juli 2014 di Victoria Park. Hal ini, akibat penutupan Tempat Pemungutan Suara (TPS) oleh Panitia Pemilihan Umum Luar Negeri (PPLN).
Foto 3 / 6
Perbesar
img-3
Dari kiri: Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, Pengamat Pemilu dari Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPRR) M Afifudin, Direktur Migrant Care Anis Hidayah, dan Kepala Biro Perencanaan dan Data Lucky Firnandy Majanto hadir sebagai pembicara pada diskusi pada acara Election Visit Program for International Election Management Bodies in Indonesia Presidential Election di Jakarta, Senin (7/7/2014). Diskusi tersebut membahas insiden pemilihan di Hong Kong yang mengakibatkan ratusan WNI terancam kehilangan hak suaranya pada Pilpres yang berlangsung Minggu 6 Juli 2014 di Victoria Park. Hal ini, akibat penutupan Tempat Pemungutan Suara (TPS) oleh Panitia Pemilihan Umum Luar Negeri (PPLN).
Foto 4 / 6
Perbesar
img-4
Dari kiri: Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, Pengamat Pemilu dari Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPRR) M Afifudin, Direktur Migrant Care Anis Hidayah, dan Kepala Biro Perencanaan dan Data Lucky Firnandy Majanto hadir sebagai pembicara pada diskusi pada acara Election Visit Program for International Election Management Bodies in Indonesia Presidential Election di Jakarta, Senin (7/7/2014). Diskusi tersebut membahas insiden pemilihan di Hong Kong yang mengakibatkan ratusan WNI terancam kehilangan hak suaranya pada Pilpres yang berlangsung Minggu 6 Juli 2014 di Victoria Park. Hal ini, akibat penutupan Tempat Pemungutan Suara (TPS) oleh Panitia Pemilihan Umum Luar Negeri (PPLN).
Foto 5 / 6
Perbesar
img-5
Dari kiri: Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, Pengamat Pemilu dari Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPRR) M Afifudin, Direktur Migrant Care Anis Hidayah, dan Kepala Biro Perencanaan dan Data Lucky Firnandy Majanto hadir sebagai pembicara pada diskusi pada acara Election Visit Program for International Election Management Bodies in Indonesia Presidential Election di Jakarta, Senin (7/7/2014). Diskusi tersebut membahas insiden pemilihan di Hong Kong yang mengakibatkan ratusan WNI terancam kehilangan hak suaranya pada Pilpres yang berlangsung Minggu 6 Juli 2014 di Victoria Park. Hal ini, akibat penutupan Tempat Pemungutan Suara (TPS) oleh Panitia Pemilihan Umum Luar Negeri (PPLN).
Foto 6 / 6
Perbesar
img-6
Dari kiri: Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, Pengamat Pemilu dari Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPRR) M Afifudin, Direktur Migrant Care Anis Hidayah, dan Kepala Biro Perencanaan dan Data Lucky Firnandy Majanto hadir sebagai pembicara pada diskusi pada acara Election Visit Program for International Election Management Bodies in Indonesia Presidential Election di Jakarta, Senin (7/7/2014). Diskusi tersebut membahas insiden pemilihan di Hong Kong yang mengakibatkan ratusan WNI terancam kehilangan hak suaranya pada Pilpres yang berlangsung Minggu 6 Juli 2014 di Victoria Park. Hal ini, akibat penutupan Tempat Pemungutan Suara (TPS) oleh Panitia Pemilihan Umum Luar Negeri (PPLN).
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Migrant Care Berikan Penjelasan Insiden Pemilihan di Hong Kong

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Dari kiri: Direktur Eksekutif Perludem Titi Anggraini, Pengamat Pemilu dari Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPRR) M Afifudin, Direktur Migrant Care Anis Hidayah, dan Kepala Biro Perencanaan dan Data Lucky Firnandy Majanto hadir sebagai pembicara pada diskusi pada acara Election Visit Program for International Election Management Bodies in Indonesia Presidential Election di Jakarta, Senin (7/7/2014). Diskusi tersebut membahas insiden pemilihan di Hong Kong yang mengakibatkan ratusan WNI terancam kehilangan hak suaranya pada Pilpres yang berlangsung Minggu 6 Juli 2014 di Victoria Park. Hal ini, akibat penutupan Tempat Pemungutan Suara (TPS) oleh Panitia Pemilihan Umum Luar Negeri (PPLN).

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya