Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 4
Perbesar
img-1
Ketua Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Masinton Pasaribu memberikan pemaparannya pada konsolidasi dan dialog selamatkan reformasi di Restoran Bumbu Desa, Jakarta, Minggu (4/5/2014). Dialog tersebut untuk merefleksi kekerasan dan pelanggaran HAM tahun 98, juga mengkritisi tokoh-tokoh politik yang melanggar HAM.
Foto 2 / 4
Perbesar
img-2
Ketua Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Masinton Pasaribu memberikan pemaparannya pada konsolidasi dan dialog selamatkan reformasi di Restoran Bumbu Desa, Jakarta, Minggu (4/5/2014). Dialog tersebut untuk merefleksi kekerasan dan pelanggaran HAM tahun 98, juga mengkritisi tokoh-tokoh politik yang melanggar HAM.
Foto 3 / 4
Perbesar
img-3
Aktivis Forum Kota (Forkot) Niko Adrian memberikan pemaparannya pada konsolidasi dan dialog selamatkan reformasi di Restoran Bumbu Desa, Jakarta, Minggu (4/5/2014). Dialog tersebut untuk merefleksi kekerasan dan pelanggaran HAM tahun 98, juga mengkritisi tokoh-tokoh politik yang melanggar HAM.
Foto 4 / 4
Perbesar
img-4
Dari ki-ka: Aktivis 98 Universitas Jayabaya, Topan, Ketua Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Masinton Pasaribu, Aktivis Forum Kota (Forkot) Niko Adrian, dan Aktivis 98 Universitas Mercubuana, Satyo Purwanto, saat melakukan konsolidasi dan dialog selamatkan reformasi di Restoran Bumbu Desa, Jakarta, Minggu (4/5/2014). Dialog tersebut untuk merefleksi kekerasan dan pelanggaran HAM tahun 98, juga mengkritisi tokoh-tokoh politik yang melanggar HAM.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Konsolidasi Selamatkan Reformasi

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Dari ki-ka: Aktivis 98 Universitas Jayabaya, Topan, Ketua Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem) Masinton Pasaribu, Aktivis Forum Kota (Forkot) Niko Adrian, dan Aktivis 98 Universitas Mercubuana, Satyo Purwanto, saat melakukan konsolidasi dan dialog selamatkan reformasi di Restoran Bumbu Desa, Jakarta, Minggu (4/5/2014). Dialog tersebut untuk merefleksi kekerasan dan pelanggaran HAM tahun 98, juga mengkritisi tokoh-tokoh politik yang melanggar HAM.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya