Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 7
Perbesar
img-1
Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) menggelar aksi kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2014). Pada aksi yang ke-349 ini, mereka meminta Presiden SBY turun tangan untuk membentuk pengadilan HAM ad hoc untuk kasus Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II, demi terwujudnya negara hukum yang menjunjung nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Foto 2 / 7
Perbesar
img-2
Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) menggelar aksi kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2014). Pada aksi yang ke-349 ini, mereka meminta Presiden SBY turun tangan untuk membentuk pengadilan HAM ad hoc untuk kasus Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II, demi terwujudnya negara hukum yang menjunjung nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Foto 3 / 7
Perbesar
img-3
Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) menggelar aksi kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2014). Pada aksi yang ke-349 ini, mereka meminta Presiden SBY turun tangan untuk membentuk pengadilan HAM ad hoc untuk kasus Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II, demi terwujudnya negara hukum yang menjunjung nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Foto 4 / 7
Perbesar
img-4
Anggota Presidium Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) Sumarsih memegang payung hitam saat aksi kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2014). Pada aksi yang ke-349 ini, mereka meminta Presiden SBY turun tangan untuk membentuk pengadilan HAM ad hoc untuk kasus Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II, demi terwujudnya negara hukum yang menjunjung nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Foto 5 / 7
Perbesar
img-5
Tampak payung hitam dan spanduk yang ditempelkan foto para korban kasus pelanggaran HAM, diletakkan di jalan, saat digelarnya aksi kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2014).
Foto 6 / 7
Perbesar
img-6
Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) menggelar aksi kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2014). Pada aksi yang ke-349 ini, mereka meminta Presiden SBY turun tangan untuk membentuk pengadilan HAM ad hoc untuk kasus Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II, demi terwujudnya negara hukum yang menjunjung nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Foto 7 / 7
Perbesar
img-7
Anggota Presidium Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) Sumarsih memegang payung hitam saat aksi kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2014). Pada aksi yang ke-349 ini, mereka meminta Presiden SBY turun tangan untuk membentuk pengadilan HAM ad hoc untuk kasus Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II, demi terwujudnya negara hukum yang menjunjung nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Presiden Diminta Bentuk Pengadilan Kasus HAM

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Anggota Presidium Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) Sumarsih memegang payung hitam saat aksi kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2014). Pada aksi yang ke-349 ini, mereka meminta Presiden SBY turun tangan untuk membentuk pengadilan HAM ad hoc untuk kasus Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II, demi terwujudnya negara hukum yang menjunjung nilai-nilai kebenaran dan keadilan.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya