Kembali
Share
https://digital.okezone.com/view/NaN/aN/aN/1/14193/presiden-diminta-bentuk-pengadilan-kasus-ham
Foto 1 / 7
Perbesar
Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) menggelar aksi kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2014). Pada aksi yang ke-349 ini, mereka meminta Presiden SBY turun tangan untuk membentuk pengadilan HAM ad hoc untuk kasus Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II, demi terwujudnya negara hukum yang menjunjung nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Foto 2 / 7
Perbesar
Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) menggelar aksi kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2014). Pada aksi yang ke-349 ini, mereka meminta Presiden SBY turun tangan untuk membentuk pengadilan HAM ad hoc untuk kasus Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II, demi terwujudnya negara hukum yang menjunjung nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Foto 3 / 7
Perbesar
Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) menggelar aksi kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2014). Pada aksi yang ke-349 ini, mereka meminta Presiden SBY turun tangan untuk membentuk pengadilan HAM ad hoc untuk kasus Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II, demi terwujudnya negara hukum yang menjunjung nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Foto 4 / 7
Perbesar
Anggota Presidium Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) Sumarsih memegang payung hitam saat aksi kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2014). Pada aksi yang ke-349 ini, mereka meminta Presiden SBY turun tangan untuk membentuk pengadilan HAM ad hoc untuk kasus Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II, demi terwujudnya negara hukum yang menjunjung nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Foto 5 / 7
Perbesar
Tampak payung hitam dan spanduk yang ditempelkan foto para korban kasus pelanggaran HAM, diletakkan di jalan, saat digelarnya aksi kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2014).
Foto 6 / 7
Perbesar
Aktivis Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) menggelar aksi kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2014). Pada aksi yang ke-349 ini, mereka meminta Presiden SBY turun tangan untuk membentuk pengadilan HAM ad hoc untuk kasus Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II, demi terwujudnya negara hukum yang menjunjung nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Foto 7 / 7
Perbesar
Anggota Presidium Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) Sumarsih memegang payung hitam saat aksi kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2014). Pada aksi yang ke-349 ini, mereka meminta Presiden SBY turun tangan untuk membentuk pengadilan HAM ad hoc untuk kasus Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II, demi terwujudnya negara hukum yang menjunjung nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Advertisement
Presiden Diminta Bentuk Pengadilan Kasus HAM
Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A
Anggota Presidium Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK) Sumarsih memegang payung hitam saat aksi kamisan di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (10/4/2014). Pada aksi yang ke-349 ini, mereka meminta Presiden SBY turun tangan untuk membentuk pengadilan HAM ad hoc untuk kasus Trisakti, Semanggi I, dan Semanggi II, demi terwujudnya negara hukum yang menjunjung nilai-nilai kebenaran dan keadilan.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Follow
Topik Artikel :
Foto Lainnya