Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 11
Perbesar
img-1
Pada teras kelima, terlihat jelas beberapa bangunan Candi Cetho yang sudah bersih dari debu vulkanik.
Foto 2 / 11
Perbesar
img-2
Apalagi di Candi Cetho tidak hanya bebatuan candi saja, bangunan mirip gasebo inipun ada di Candi Cetho. Sehingga dikhawatirkan peninggalan bersejarah tersebut akan rusak karena abu vulkanik.
Foto 3 / 11
Perbesar
img-3
Saat erupsi Candi Cetho yang dibangun pada tahun 1397 Saka atau 1475 Masehi dan berada 1.470 di atas permukaan laut ini paling parah terkena abu vulkanik erupsi.
Foto 4 / 11
Perbesar
img-4
Puluhan pekerja terlihat tengah membersihkan bangunan candi. Pembersihan candi dari abu vulkanik harus segera dilakukan untuk mencegah bangunan candi rusak akibat abu vulkanik.
Foto 5 / 11
Perbesar
img-5
Dari kejauhan tampak sisa-sisa abu vulkanik sisa erupsi Gunung Kelud masih menempel pada bangunan Candi Cetho.
Foto 6 / 11
Perbesar
img-6
Meski tengah dibersihkan, Candi Cetho telah dibuka untuk umum. Pihak pengelola Candi Cetho beralasan meski tengah dibersihkan tidak mengganggu proses pembersihan candi.
Foto 7 / 11
Perbesar
img-7
Dua pekerja dari Balai Konservasi Kepurbakalaan Jawa Tengah dibantu dari Dinas Pariwisata Karanganyar tengah membersihkan Candi Cetho dengan peralatan seadanya.
Foto 8 / 11
Perbesar
img-8
Selain Candi Sukuh, candi lainnya di Karanganyar, Candi Cetho yang terletak di Dusun Cetho, Desa Gumeng, Jenawi, Karanganyar juga tengah dibersihkan. Hanya saja, pembersihan di Candi Cetho ini sudah mencapai 75 persen. Meski Candi Cetho diselimuti kabut, proses pembersihan terus dilakukan.
Foto 9 / 11
Perbesar
img-9
Penggunaan kompresor yang dilarang menyebabkan pembersihan Candi Sukuh diperkirakan memakan waktu lama. Pasalnya, bebatuan tak sama dengan bebatuan di Candi Prambanan dikhawatirkan bisa merusak relief pada candi apabila menggunakan kompresor. Karena pori-pori bebatuan jenis batu merah pada Candi Sukuh sangat rentan dan mudah rusak.
Foto 10 / 11
Perbesar
img-10
Seorang pekerja dari Balai Konservasi Kepurbakalaan Jawa Tengah membersihkan bangunan candi dengan menggunakan peralatan biasa. Salah satunya disemprot air.
Foto 11 / 11
Perbesar
img-11
Dua bangunan Candi terbesar yang ada di bawah lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah, mulai dibersihkan dari sisa abu vulkanik erupsi Gunung kelud. Seperti Candi Sukuh ini. Candi yang terletak di Desa Ngargoyoso, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, baru dibersihkan setelah empat hari terbungkus abu vulkanik Kelud.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

2 Candi Terbesar di Lereng Gunung Lawu Dibersihkan dari Abu Kelud

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Dua bangunan Candi terbesar yang ada di bawah lereng Gunung Lawu, Karanganyar, Jawa Tengah, mulai dibersihkan dari sisa abu vulkanik erupsi Gunung kelud. Seperti Candi Sukuh ini. Candi yang terletak di Desa Ngargoyoso, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, baru dibersihkan setelah empat hari terbungkus abu vulkanik Kelud.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya