Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 8
Perbesar
img-1
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE.
Foto 2 / 8
Perbesar
img-2
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE.
Foto 3 / 8
Perbesar
img-3
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE.
Foto 4 / 8
Perbesar
img-4
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE.
Foto 5 / 8
Perbesar
img-5
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE.
Foto 6 / 8
Perbesar
img-6
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE.
Foto 7 / 8
Perbesar
img-7
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE.
Foto 8 / 8
Perbesar
img-8
Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Kenali Bahaya Demam Chikungunya

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Nyamuk tidak hanya mengakibatkan penyakit demam berdarah atau biasa disebut DBD, tetapi juga penyakit lainnya. Salah satu penyakit yang berasal dari nyamuk adalah demam Chikungunya. Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI, Prof. dr. Tjandra Yoga Aditama SpP(K), MARS, DTM&H, DTCE, mengatakan bahwa vektor penular penyakit ini sama dengan DBD, yaitu nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Chikungunya pertama kali dilaporkan di Indonesia pada tahun 1973, yaitu di Samarinda, Kalimantan Timur, dan DKI Jakarta.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya