Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 6
Perbesar
img-1
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraha Adhyaksa Dault hadir sebagai saksi terdakwa dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana dalam pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Deddy Kusdinar, di Pengadilan Tipikor, Rasuna Said, Jakarta, Selasa (19/11/2013). Adhyaksa dimintai keterangan seputar permulaan proyek yang dimulai ketika masa Adhyaksa memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga, di mana yang awalnya menelan biaya Rp125 miliar membengkak menjadi Rp1,175 triliun untuk pembangunan dan Rp1,4 triliun untuk penyewaan alat.
Foto 2 / 6
Perbesar
img-2
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraha Adhyaksa Dault hadir sebagai saksi terdakwa dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana dalam pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Deddy Kusdinar, di Pengadilan Tipikor, Rasuna Said, Jakarta, Selasa (19/11/2013). Adhyaksa dimintai keterangan seputar permulaan proyek yang dimulai ketika masa Adhyaksa memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga, di mana yang awalnya menelan biaya Rp125 miliar membengkak menjadi Rp1,175 triliun untuk pembangunan dan Rp1,4 triliun untuk penyewaan alat.
Foto 3 / 6
Perbesar
img-3
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraha Adhyaksa Dault hadir sebagai saksi terdakwa dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana dalam pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Deddy Kusdinar, di Pengadilan Tipikor, Rasuna Said, Jakarta, Selasa (19/11/2013). Adhyaksa dimintai keterangan seputar permulaan proyek yang dimulai ketika masa Adhyaksa memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga, di mana yang awalnya menelan biaya Rp125 miliar membengkak menjadi Rp1,175 triliun untuk pembangunan dan Rp1,4 triliun untuk penyewaan alat.
Foto 4 / 6
Perbesar
img-4
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraha Adhyaksa Dault hadir sebagai saksi terdakwa dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana dalam pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Deddy Kusdinar, di Pengadilan Tipikor, Rasuna Said, Jakarta, Selasa (19/11/2013). Adhyaksa dimintai keterangan seputar permulaan proyek yang dimulai ketika masa Adhyaksa memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga, di mana yang awalnya menelan biaya Rp125 miliar membengkak menjadi Rp1,175 triliun untuk pembangunan dan Rp1,4 triliun untuk penyewaan alat.
Foto 5 / 6
Perbesar
img-5
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraha Adhyaksa Dault (kiri) memeluk terdakwa dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana dalam pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Deddy Kusdinar, di Pengadilan Tipikor, Rasuna Said, Jakarta, Selasa (19/11/2013). Adhyaksa dimintai keterangan seputar permulaan proyek yang dimulai ketika masa Adhyaksa memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga, di mana yang awalnya menelan biaya Rp125 miliar membengkak menjadi Rp1,175 triliun untuk pembangunan dan Rp1,4 triliun untuk penyewaan alat.
Foto 6 / 6
Perbesar
img-6
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraha Adhyaksa Dault (kiri) berjabat tangan dengan terdakwa Dedy Kusdinar (kemeja putih) di Pengadilan Tipikor, Rasuna Said, Jakarta, Selasa (19/11/2013). Adhyaksa dimintai keterangan seputar permulaan proyek yang dimulai ketika masa Adhyaksa memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga, di mana yang awalnya menelan biaya Rp125 miliar membengkak menjadi Rp1,175 triliun untuk pembangunan dan Rp1,4 triliun untuk penyewaan alat.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Adhyaksa Hadir sebagai Saksi Kasus Hambalang

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Mantan Menteri Pemuda dan Olahraha Adhyaksa Dault hadir sebagai saksi terdakwa dugaan korupsi pengadaan sarana dan prasarana dalam pembangunan Pusat Pendidikan Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Deddy Kusdinar, di Pengadilan Tipikor, Rasuna Said, Jakarta, Selasa (19/11/2013). Adhyaksa dimintai keterangan seputar permulaan proyek yang dimulai ketika masa Adhyaksa memimpin Kementerian Pemuda dan Olahraga, di mana yang awalnya menelan biaya Rp125 miliar membengkak menjadi Rp1,175 triliun untuk pembangunan dan Rp1,4 triliun untuk penyewaan alat.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya