Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
Mantan Anggota KPU Mulyana W Kusumah saat berdiskusi "Untung Rugi Capres Militer dalam Demokrasi Sipil" di Kantor Pimpinan Pusat GPI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2013). Saingan utama capres dari militer dalam Pemilu 2014 adalah capres dari kalangan sipil yang dinilai populis membawa harapan baru dan dinilai memiliki eligibilitas tinggi.
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
Pengurus PP Pusat Gerakan Pemuda Islam (GPI) Muhammad Riijak (kiri), mantan Anggota KPU Mulyana W Kusumah (tengah), dan Pengamat Politik Zulkifli (kanan) saat berdiskusi "Untung Rugi Capres Militer dalam Demokrasi Sipil" di Kantor Pimpinan Pusat GPI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2013). Saingan utama capres dari militer dalam Pemilu 2014 adalah capres dari kalangan sipil yang dinilai populis membawa harapan baru dan dinilai memiliki eligibilitas tinggi.
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
Pengurus PP Pusat Gerakan Pemuda Islam (GPI) Muhammad Riijak (kiri), mantan Anggota KPU Mulyana W Kusumah (tengah), dan Pengamat Politik Zulkifli (kanan) saat berdiskusi "Untung Rugi Capres Militer dalam Demokrasi Sipil" di Kantor Pimpinan Pusat GPI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2013). Saingan utama capres dari militer dalam Pemilu 2014 adalah capres dari kalangan sipil yang dinilai populis membawa harapan baru dan dinilai memiliki eligibilitas tinggi.
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
Pengurus PP Pusat Gerakan Pemuda Islam (GPI) Muhammad Riijak (kiri), mantan Anggota KPU Mulyana W Kusumah (tengah), dan Pengamat Politik Zulkifli (kanan) saat berdiskusi "Untung Rugi Capres Militer dalam Demokrasi Sipil" di Kantor Pimpinan Pusat GPI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2013). Saingan utama capres dari militer dalam Pemilu 2014 adalah capres dari kalangan sipil yang dinilai populis membawa harapan baru dan dinilai memiliki eligibilitas tinggi.
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
Pengurus PP Pusat Gerakan Pemuda Islam (GPI) Muhammad Riijak (kiri), mantan Anggota KPU Mulyana W Kusumah (tengah), dan Pengamat Politik Zulkifli (kanan) saat berdiskusi "Untung Rugi Capres Militer dalam Demokrasi Sipil" di Kantor Pimpinan Pusat GPI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2013). Saingan utama capres dari militer dalam Pemilu 2014 adalah capres dari kalangan sipil yang dinilai populis membawa harapan baru dan dinilai memiliki eligibilitas tinggi.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Untung-Rugi Capres Militer dalam Demokrasi Sipil

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Pengurus PP Pusat Gerakan Pemuda Islam (GPI) Muhammad Riijak (kiri), mantan Anggota KPU Mulyana W Kusumah (tengah), dan Pengamat Politik Zulkifli (kanan) saat berdiskusi "Untung Rugi Capres Militer dalam Demokrasi Sipil" di Kantor Pimpinan Pusat GPI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2013). Saingan utama capres dari militer dalam Pemilu 2014 adalah capres dari kalangan sipil yang dinilai populis membawa harapan baru dan dinilai memiliki eligibilitas tinggi.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya