Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 6
Perbesar
img-1
Pekerja menyusun dodol pada rak untuk proses pendinginan di Pondok Dodol Sari Rasa, Jalan Damai Baru, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2013). Pemilik Pondok Hj. Yuyun mengatakan, permintaan dodol Betawi jelang Ramadan meningkat dari tahun lalu. Proses pembuatan dodol selama 20 hari dengan omset pembuatan per harinya sebesar Rp39juta. Dodol Betawi tersebut dijual seharga Rp65ribu per loyang dengan tiga varian rasa, original, ketan hitam, dan durian.
Foto 2 / 6
Perbesar
img-2
Pekerja membawa beberapa loyang dodol yang telah matang untuk dibawa dan dipasarkan di Pondok Dodol Sari Rasa, Jalan Damai Baru, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2013). Pemilik Pondok Hj. Yuyun mengatakan, permintaan dodol Betawi jelang Ramadan meningkat dari tahun lalu. Proses pembuatan dodol selama 20 hari dengan omset pembuatan per harinya sebesar Rp39juta. Dodol Betawi tersebut dijual seharga Rp65ribu per loyang dengan tiga varian rasa, original, ketan hitam, dan durian.
Foto 3 / 6
Perbesar
img-3
Ibu Hj Yuyun (kanan) bersama anaknya mengupas buah durian sebagai penambah rasa dalam dodol Betawi buatan Pondok Dodol Sari Rasa, Jalan Damai Baru, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2013). Pemilik Pondok Hj. Yuyun mengatakan, permintaan dodol Betawi jelang Ramadan meningkat dari tahun lalu. Proses pembuatan dodol selama 20 hari dengan omset pembuatan per harinya sebesar Rp39juta. Dodol Betawi tersebut dijual seharga Rp65ribu per loyang dengan tiga varian rasa, original, ketan hitam, dan durian.
Foto 4 / 6
Perbesar
img-4
Pekerja mengaduk gula merah yang akan dijadikan dodol di Pondok Dodol Sari Rasa, Jalan Damai Baru, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2013). Pemilik Pondok Hj. Yuyun mengatakan, permintaan dodol Betawi jelang Ramadan meningkat dari tahun lalu. Proses pembuatan dodol selama 20 hari dengan omset pembuatan per harinya sebesar Rp39juta. Dodol Betawi tersebut dijual seharga Rp65ribu per loyang dengan tiga varian rasa, original, ketan hitam, dan durian.
Foto 5 / 6
Perbesar
img-5
Pekerja menggiling ketan hitam yang akan dijadikan dodol di Pondok Dodol Sari Rasa, Jalan Damai Baru, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2013). Pemilik Pondok Hj. Yuyun mengatakan, permintaan dodol Betawi jelang Ramadan meningkat dari tahun lalu. Proses pembuatan dodol selama 20 hari dengan omset pembuatan per harinya sebesar Rp39juta. Dodol Betawi tersebut dijual seharga Rp65ribu per loyang dengan tiga varian rasa, original, ketan hitam, dan durian.
Foto 6 / 6
Perbesar
img-6
Pekerja mengaduk gula merah yang akan dijadikan dodol di Pondok Dodol Sari Rasa, Jalan Damai Baru, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2013). Pemilik Pondok Hj. Yuyun mengatakan, permintaan dodol Betawi jelang Ramadan meningkat dari tahun lalu. Proses pembuatan dodol selama 20 hari dengan omset pembuatan per harinya sebesar Rp39juta. Dodol Betawi tersebut dijual seharga Rp65ribu per loyang dengan tiga varian rasa, original, ketan hitam, dan durian.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Lebaran, Enaknya Ada Dodol Betawi

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Pekerja mengaduk gula merah yang akan dijadikan dodol di Pondok Dodol Sari Rasa, Jalan Damai Baru, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (19/7/2013). Pemilik Pondok Hj. Yuyun mengatakan, permintaan dodol Betawi jelang Ramadan meningkat dari tahun lalu. Proses pembuatan dodol selama 20 hari dengan omset pembuatan per harinya sebesar Rp39juta. Dodol Betawi tersebut dijual seharga Rp65ribu per loyang dengan tiga varian rasa, original, ketan hitam, dan durian.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya