Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
Mahasiswa Lingkar Studi Mahasiswa (LISUMA) Indonesia tergabung dalam Gerakan Sembako Mahal (GSM) dan gabungan ibu rumah tangga melakukan aksi dengan membawa sejumlah poster dan perlengkapan rumah tangga di depan Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (18/7/2013).
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
Mahasiswa Lingkar Studi Mahasiswa (LISUMA) Indonesia tergabung dalam Gerakan Sembako Mahal (GSM) dan gabungan ibu rumah tangga melakukan aksi dengan membawa sejumlah poster dan perlengkapan rumah tangga di depan Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (18/7/2013).
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
Sambil membawa perabotan memasak, belasan ibu rumah tangga menyuarakan sejumlah tuntutan saat unjuk rasa di depan Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (18/7/2013).
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
Mahasiswa Lingkar Studi Mahasiswa (LISUMA) Indonesia tergabung dalam Gerakan Sembako Mahal (GSM) dan gabungan ibu rumah tangga melakukan aksi dengan membawa sejumlah poster dan perlengkapan rumah tangga di depan Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (18/7/2013).
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
Mahasiswa Lingkar Studi Mahasiswa (LISUMA) Indonesia tergabung dalam Gerakan Sembako Mahal (GSM) dan gabungan ibu rumah tangga melakukan aksi dengan membawa sejumlah poster dan perlengkapan rumah tangga di depan Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (18/7/2013).
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Tolak Kebijakan Impor Yang Berlebihan

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Mahasiswa Lingkar Studi Mahasiswa (LISUMA) Indonesia tergabung dalam Gerakan Sembako Mahal (GSM) dan gabungan ibu rumah tangga melakukan aksi dengan membawa sejumlah poster dan perlengkapan rumah tangga di depan Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (18/7/2013). Dalam aksinya, mereka menuntut penghentian kebijakan Kemendag melalui pasar murah, menoolak kebijakan impor yang berlebihan, dan mendesak pemerintah untuk segera menurunkan harga bahan pokok. Jika tuntutan tersebut tidak terealisasikan, massa mendesak Menteri Perdagangan Gita Wirjawan turun dari jabatannya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya