Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
Koordinator Kontras Haris Azhar didampingi Staf Divisi Advokasi & HAM Kontras Arief Nurfikri, memberikan keterangan kepada wartawan mengenai laporan situasi tindak kekerasan dan penyiksaan di Indonesia, di Kantor Kontras, Jakarta, Jumat (28/6/2013). Berdasarkan temuan pada Juli 2012 hingga Juni 2013, Kontras mencatat Kepolisian merupakan institusi yang paling banyak terlibat kasus kekerasan terhadap warga sipil. Dari 100 tindakan penyiksaan, sebanyak 55 di antaranya diduga dilakukan polisi, 35 kasus oleh sipir dan 10 kasus oleh TNI.
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
Dari ki-ka; Koordinator Kontras Haris Azhar, Staf Divisi Advokasi & HAM Kontras Arief Nurfikri dan anak dari vonis terpidana mati Ruben Pata Sambo, Yuliani Anni, memberikan keterangan kepada wartawan mengenai laporan situasi tindak kekerasan dan penyiksaan di Indonesia, di Kantor Kontras, Jakarta, Jumat (28/6/2013). Berdasarkan temuan pada Juli 2012 hingga Juni 2013, Kontras mencatat Kepolisian merupakan institusi yang paling banyak terlibat kasus kekerasan terhadap warga sipil. Dari 100 tindakan penyiksaan, sebanyak 55 di antaranya diduga dilakukan polisi, 35 kasus oleh sipir dan 10 kasus oleh TNI.
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
Dari ki-ka; Koordinator Kontras Haris Azhar, Staf Divisi Advokasi & HAM Kontras Arief Nurfikri dan anak dari vonis terpidana mati Ruben Pata Sambo, Yuliani Anni, memberikan keterangan kepada wartawan mengenai laporan situasi tindak kekerasan dan penyiksaan di Indonesia, di Kantor Kontras, Jakarta, Jumat (28/6/2013). Berdasarkan temuan pada Juli 2012 hingga Juni 2013, Kontras mencatat Kepolisian merupakan institusi yang paling banyak terlibat kasus kekerasan terhadap warga sipil. Dari 100 tindakan penyiksaan, sebanyak 55 di antaranya diduga dilakukan polisi, 35 kasus oleh sipir dan 10 kasus oleh TNI.
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
Dari ki-ka; Koordinator Kontras Haris Azhar, Staf Divisi Advokasi & HAM Kontras Arief Nurfikri dan anak dari vonis terpidana mati Ruben Pata Sambo, Yuliani Anni, memberikan keterangan kepada wartawan mengenai laporan situasi tindak kekerasan dan penyiksaan di Indonesia, di Kantor Kontras, Jakarta, Jumat (28/6/2013). Berdasarkan temuan pada Juli 2012 hingga Juni 2013, Kontras mencatat Kepolisian merupakan institusi yang paling banyak terlibat kasus kekerasan terhadap warga sipil. Dari 100 tindakan penyiksaan, sebanyak 55 di antaranya diduga dilakukan polisi, 35 kasus oleh sipir dan 10 kasus oleh TNI.
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
Dari ki-ka; Koordinator Kontras Haris Azhar, Staf Divisi Advokasi & HAM Kontras Arief Nurfikri dan anak dari vonis terpidana mati Ruben Pata Sambo, Yuliani Anni, memberikan keterangan kepada wartawan mengenai laporan situasi tindak kekerasan dan penyiksaan di Indonesia, di Kantor Kontras, Jakarta, Jumat (28/6/2013). Berdasarkan temuan pada Juli 2012 hingga Juni 2013, Kontras mencatat Kepolisian merupakan institusi yang paling banyak terlibat kasus kekerasan terhadap warga sipil. Dari 100 tindakan penyiksaan, sebanyak 55 di antaranya diduga dilakukan polisi, 35 kasus oleh sipir dan 10 kasus oleh TNI.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Menyikapi Maraknya Tindak Kekerasan

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Dari ki-ka; Koordinator Kontras Haris Azhar, Staf Divisi Advokasi & HAM Kontras Arief Nurfikri dan anak dari vonis terpidana mati Ruben Pata Sambo, Yuliani Anni, memberikan keterangan kepada wartawan mengenai laporan situasi tindak kekerasan dan penyiksaan di Indonesia, di Kantor Kontras, Jakarta, Jumat (28/6/2013). Berdasarkan temuan pada Juli 2012 hingga Juni 2013, Kontras mencatat Kepolisian merupakan institusi yang paling banyak terlibat kasus kekerasan terhadap warga sipil. Dari 100 tindakan penyiksaan, sebanyak 55 di antaranya diduga dilakukan polisi, 35 kasus oleh sipir dan 10 kasus oleh TNI.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya