Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 5
Perbesar
img-1
Seorang pedagang sedang mengupas bawang di Pasar Buah dan Sayur Senen, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2013). Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan, pelaku usaha terjepit dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi karena membuat pelaku usaha menguras pengeluaran lebih. Selain itu, Apindo tak menjamin dapat mengontrol bahan-bahan segar, seperti sayur mayur. Ketersediaan sembako yang dapat dikontrol, antara lain seperti barang-barang industri, bakmi, gula, minyak goreng dan kedelai.
Foto 2 / 5
Perbesar
img-2
Seorang pedagang sedang mengupas bawang di Pasar Buah dan Sayur Senen, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2013). Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan, pelaku usaha terjepit dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi karena membuat pelaku usaha menguras pengeluaran lebih. Selain itu, Apindo tak menjamin dapat mengontrol bahan-bahan segar, seperti sayur mayur. Ketersediaan sembako yang dapat dikontrol, antara lain seperti barang-barang industri, bakmi, gula, minyak goreng dan kedelai.
Foto 3 / 5
Perbesar
img-3
Seorang pembeli sedang bertransaksi di Pasar Buah dan Sayur Senen, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2013). Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan, pelaku usaha terjepit dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi karena membuat pelaku usaha menguras pengeluaran lebih. Selain itu, Apindo tak menjamin dapat mengontrol bahan-bahan segar, seperti sayur mayur. Ketersediaan sembako yang dapat dikontrol, antara lain seperti barang-barang industri, bakmi, gula, minyak goreng dan kedelai.
Foto 4 / 5
Perbesar
img-4
Seorang pembeli sedang bertransaksi di Pasar Buah dan Sayur Senen, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2013). Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan, pelaku usaha terjepit dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi karena membuat pelaku usaha menguras pengeluaran lebih. Selain itu, Apindo tak menjamin dapat mengontrol bahan-bahan segar, seperti sayur mayur. Ketersediaan sembako yang dapat dikontrol, antara lain seperti barang-barang industri, bakmi, gula, minyak goreng dan kedelai.
Foto 5 / 5
Perbesar
img-5
Seorang pembeli memilih sayur mayur di Pasar Buah dan Sayur Senen, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2013). Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan, pelaku usaha terjepit dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi karena membuat pelaku usaha menguras pengeluaran lebih. Selain itu, Apindo tak menjamin dapat mengontrol bahan-bahan segar, seperti sayur mayur. Ketersediaan sembako yang dapat dikontrol, antara lain seperti barang-barang industri, bakmi, gula, minyak goreng dan kedelai.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Harga Sayur Mayur Beranjak Naik

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Seorang pembeli memilih sayur mayur di Pasar Buah dan Sayur Senen, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2013). Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan, pelaku usaha terjepit dengan kebijakan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi karena membuat pelaku usaha menguras pengeluaran lebih. Selain itu, Apindo tak menjamin dapat mengontrol bahan-bahan segar, seperti sayur mayur. Ketersediaan sembako yang dapat dikontrol, antara lain seperti barang-barang industri, bakmi, gula, minyak goreng dan kedelai.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya