Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 14
Perbesar
img-1
Seniman tari mementaskan bagian terakhir trilogi Opera Jawa yang berjudul Selendang Merah di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013) malam. Selendang Merah yang disutradarai Garin Nugroho bekerjasama dengan Djarum Apresiasi Budaya tersebut memperlihatkan keragaman kultur budaya lewat sejumlah tarian, musik, tembang dan topeng dari berbagai budaya, seperti Jawa, Papua dan Sunda, untuk menggambarkan keadaan dunia yang jungkir balik.
Foto 2 / 14
Perbesar
img-2
Seniman tari mementaskan bagian terakhir trilogi Opera Jawa yang berjudul Selendang Merah di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013) malam. Selendang Merah yang disutradarai Garin Nugroho bekerjasama dengan Djarum Apresiasi Budaya tersebut memperlihatkan keragaman kultur budaya lewat sejumlah tarian, musik, tembang dan topeng dari berbagai budaya, seperti Jawa, Papua dan Sunda, untuk menggambarkan keadaan dunia yang jungkir balik.
Foto 3 / 14
Perbesar
img-3
Seniman tari mementaskan bagian terakhir trilogi Opera Jawa yang berjudul Selendang Merah di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013) malam. Selendang Merah yang disutradarai Garin Nugroho bekerjasama dengan Djarum Apresiasi Budaya tersebut memperlihatkan keragaman kultur budaya lewat sejumlah tarian, musik, tembang dan topeng dari berbagai budaya, seperti Jawa, Papua dan Sunda, untuk menggambarkan keadaan dunia yang jungkir balik.
Foto 4 / 14
Perbesar
img-4
Seniman tari mementaskan bagian terakhir trilogi Opera Jawa yang berjudul Selendang Merah di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013) malam. Selendang Merah yang disutradarai Garin Nugroho bekerjasama dengan Djarum Apresiasi Budaya tersebut memperlihatkan keragaman kultur budaya lewat sejumlah tarian, musik, tembang dan topeng dari berbagai budaya, seperti Jawa, Papua dan Sunda, untuk menggambarkan keadaan dunia yang jungkir balik.
Foto 5 / 14
Perbesar
img-5
Seniman tari mementaskan bagian terakhir trilogi Opera Jawa yang berjudul Selendang Merah di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013) malam. Selendang Merah yang disutradarai Garin Nugroho bekerjasama dengan Djarum Apresiasi Budaya tersebut memperlihatkan keragaman kultur budaya lewat sejumlah tarian, musik, tembang dan topeng dari berbagai budaya, seperti Jawa, Papua dan Sunda, untuk menggambarkan keadaan dunia yang jungkir balik.
Foto 6 / 14
Perbesar
img-6
Seniman tari mementaskan bagian terakhir trilogi Opera Jawa yang berjudul Selendang Merah di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013) malam. Selendang Merah yang disutradarai Garin Nugroho bekerjasama dengan Djarum Apresiasi Budaya tersebut memperlihatkan keragaman kultur budaya lewat sejumlah tarian, musik, tembang dan topeng dari berbagai budaya, seperti Jawa, Papua dan Sunda, untuk menggambarkan keadaan dunia yang jungkir balik.
Foto 7 / 14
Perbesar
img-7
Seniman tari mementaskan bagian terakhir trilogi Opera Jawa yang berjudul Selendang Merah di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013) malam. Selendang Merah yang disutradarai Garin Nugroho bekerjasama dengan Djarum Apresiasi Budaya tersebut memperlihatkan keragaman kultur budaya lewat sejumlah tarian, musik, tembang dan topeng dari berbagai budaya, seperti Jawa, Papua dan Sunda, untuk menggambarkan keadaan dunia yang jungkir balik.
Foto 8 / 14
Perbesar
img-8
Dua seniman tari mementaskan bagian terakhir trilogi Opera Jawa yang berjudul Selendang Merah di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013) malam. Selendang Merah yang disutradarai Garin Nugroho bekerjasama dengan Djarum Apresiasi Budaya tersebut memperlihatkan keragaman kultur budaya lewat sejumlah tarian, musik, tembang dan topeng dari berbagai budaya, seperti Jawa, Papua dan Sunda, untuk menggambarkan keadaan dunia yang jungkir balik.
Foto 9 / 14
Perbesar
img-9
Seniman tari mementaskan bagian terakhir trilogi Opera Jawa yang berjudul Selendang Merah di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013) malam. Selendang Merah yang disutradarai Garin Nugroho bekerjasama dengan Djarum Apresiasi Budaya tersebut memperlihatkan keragaman kultur budaya lewat sejumlah tarian, musik, tembang dan topeng dari berbagai budaya, seperti Jawa, Papua dan Sunda, untuk menggambarkan keadaan dunia yang jungkir balik.
Foto 10 / 14
Perbesar
img-10
Seniman tari mementaskan bagian terakhir trilogi Opera Jawa yang berjudul Selendang Merah di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013) malam. Selendang Merah yang disutradarai Garin Nugroho bekerjasama dengan Djarum Apresiasi Budaya tersebut memperlihatkan keragaman kultur budaya lewat sejumlah tarian, musik, tembang dan topeng dari berbagai budaya, seperti Jawa, Papua dan Sunda, untuk menggambarkan keadaan dunia yang jungkir balik.
Foto 11 / 14
Perbesar
img-11
Seniman tari mementaskan bagian terakhir trilogi Opera Jawa yang berjudul Selendang Merah di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013) malam. Selendang Merah yang disutradarai Garin Nugroho bekerjasama dengan Djarum Apresiasi Budaya tersebut memperlihatkan keragaman kultur budaya lewat sejumlah tarian, musik, tembang dan topeng dari berbagai budaya, seperti Jawa, Papua dan Sunda, untuk menggambarkan keadaan dunia yang jungkir balik.
Foto 12 / 14
Perbesar
img-12
Seniman tari mementaskan bagian terakhir trilogi Opera Jawa yang berjudul Selendang Merah di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013) malam. Selendang Merah yang disutradarai Garin Nugroho bekerjasama dengan Djarum Apresiasi Budaya tersebut memperlihatkan keragaman kultur budaya lewat sejumlah tarian, musik, tembang dan topeng dari berbagai budaya, seperti Jawa, Papua dan Sunda, untuk menggambarkan keadaan dunia yang jungkir balik.
Foto 13 / 14
Perbesar
img-13
Seniman tari mementaskan bagian terakhir trilogi Opera Jawa yang berjudul Selendang Merah di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013) malam. Selendang Merah yang disutradarai Garin Nugroho bekerjasama dengan Djarum Apresiasi Budaya tersebut memperlihatkan keragaman kultur budaya lewat sejumlah tarian, musik, tembang dan topeng dari berbagai budaya, seperti Jawa, Papua dan Sunda, untuk menggambarkan keadaan dunia yang jungkir balik.
Foto 14 / 14
Perbesar
img-14
Seniman tari mementaskan bagian terakhir trilogi Opera Jawa yang berjudul Selendang Merah di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013) malam. Selendang Merah yang disutradarai Garin Nugroho bekerjasama dengan Djarum Apresiasi Budaya tersebut memperlihatkan keragaman kultur budaya lewat sejumlah tarian, musik, tembang dan topeng dari berbagai budaya, seperti Jawa, Papua dan Sunda, untuk menggambarkan keadaan dunia yang jungkir balik.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Pertunjukan Selendang Merah

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Seniman tari mementaskan bagian terakhir trilogi Opera Jawa yang berjudul Selendang Merah di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/4/2013) malam. Selendang Merah yang disutradarai Garin Nugroho bekerjasama dengan Djarum Apresiasi Budaya tersebut memperlihatkan keragaman kultur budaya lewat sejumlah tarian, musik, tembang dan topeng dari berbagai budaya, seperti Jawa, Papua dan Sunda, untuk menggambarkan keadaan dunia yang jungkir balik.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya