Kembali
Share
https://digital.okezone.com/view/NaN/aN/aN/1/8216/sukhoi-jatuh-karena-kelalaian-pilot
Foto 1 / 7
Perbesar
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Marsekal Muda TNI (Purn) Tatang Kurniadi memberikan keterangan hasil investigasi jatuhnya pesawat Sukhoi PRJ-95B Registrasi 97004 dengan nomor penerbangan RA 36801 oleh KNKT, di Kantor KNKT Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2012). KNKT menyimpulkan, kecelakaan pesawat nahas yang jatuh pada 9 Mei 2012 tersebut disebabkan kelalaian pilot, yang mana tidak mengindahkan peringatan dari sistem yang ada di kokpit pesawat dan pengalihan perhatian dengan percakapan yang tidak terkait dengan penerbangan serta belum adanya "Minimum Safe Warning Sistem" oleh Jakarta Radar di kawasan Gunung Salak. Tim tidak menemukan kerusakan sistem pesawat berpenumpang 45 orang tersebut.
Foto 2 / 7
Perbesar
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Marsekal Muda TNI (Purn) Tatang Kurniadi (kiri) bersama Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Yurievich Galuzin (kanan) memberikan keterangan hasil investigasi jatuhnya pesawat Sukhoi PRJ-95B Registrasi 97004 dengan nomor penerbangan RA 36801 oleh KNKT, di Kantor KNKT Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2012). KNKT menyimpulkan, kecelakaan pesawat nahas yang jatuh pada 9 Mei 2012 tersebut disebabkan kelalaian pilot, yang mana tidak mengindahkan peringatan dari sistem yang ada di kokpit pesawat dan pengalihan perhatian dengan percakapan yang tidak terkait dengan penerbangan serta belum adanya "Minimum Safe Warning Sistem" oleh Jakarta Radar di kawasan Gunung Salak. Tim tidak menemukan kerusakan sistem pesawat berpenumpang 45 orang tersebut.
Foto 3 / 7
Perbesar
Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Marsekal Muda TNI (Purn) Tatang Kurniadi memberikan keterangan hasil investigasi jatuhnya pesawat Sukhoi PRJ-95B Registrasi 97004 dengan nomor penerbangan RA 36801 oleh KNKT, di Kantor KNKT, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2012). KNKT menyimpulkan, kecelakaan pesawat nahas yang jatuh pada 9 Mei 2012 tersebut disebabkan kelalaian pilot, yang mana tidak mengindahkan peringatan dari sistem yang ada di kokpit pesawat dan pengalihan perhatian dengan percakapan yang tidak terkait dengan penerbangan serta belum adanya "Minimum Safe Warning Sistem" oleh Jakarta Radar di kawasan Gunung Salak. Tim tidak menemukan kerusakan sistem pesawat berpenumpang 45 orang tersebut.
Foto 4 / 7
Perbesar
Senior Investigator Kecelakaan Udara Mardjono S menunjuk tempat jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Jawa Barat, saat rilis keterangan hasil investigasi jatuhnya pesawat Sukhoi PRJ-95B Registrasi 97004 dengan nomor penerbangan RA 36801 oleh KNKT, di Kantor KNKT, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2012). KNKT menyimpulkan, kecelakaan pesawat nahas yang jatuh pada 9 Mei 2012 tersebut disebabkan kelalaian pilot, yang mana tidak mengindahkan peringatan dari sistem yang ada di kokpit pesawat dan pengalihan perhatian dengan percakapan yang tidak terkait dengan penerbangan serta belum adanya "Minimum Safe Warning Sistem" oleh Jakarta Radar di kawasan Gunung Salak. Tim tidak menemukan kerusakan sistem pesawat berpenumpang 45 orang tersebut.
Foto 5 / 7
Perbesar
Senior Investigator Kecelakaan Udara Mardjono S menunjuk tempat jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Jawa Barat, saat rilis keterangan hasil investigasi jatuhnya pesawat Sukhoi PRJ-95B Registrasi 97004 dengan nomor penerbangan RA 36801 oleh KNKT, di Kantor KNKT, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2012). KNKT menyimpulkan, kecelakaan pesawat nahas yang jatuh pada 9 Mei 2012 tersebut disebabkan kelalaian pilot, yang mana tidak mengindahkan peringatan dari sistem yang ada di kokpit pesawat dan pengalihan perhatian dengan percakapan yang tidak terkait dengan penerbangan serta belum adanya "Minimum Safe Warning Sistem" oleh Jakarta Radar di kawasan Gunung Salak. Tim tidak menemukan kerusakan sistem pesawat berpenumpang 45 orang tersebut.
Foto 6 / 7
Perbesar
Sejumlah wartawan menyaksikan simulasi penerbangan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Jawa Barat, saat rilis keterangan hasil investigasi jatuhnya pesawat Sukhoi PRJ-95B Registrasi 97004 dengan nomor penerbangan RA 36801 oleh KNKT, di Kantor KNKT, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2012). KNKT menyimpulkan, kecelakaan pesawat nahas yang jatuh pada 9 Mei 2012 tersebut disebabkan kelalaian pilot, yang mana tidak mengindahkan peringatan dari sistem yang ada di kokpit pesawat dan pengalihan perhatian dengan percakapan yang tidak terkait dengan penerbangan serta belum adanya "Minimum Safe Warning Sistem" oleh Jakarta Radar di kawasan Gunung Salak. Tim tidak menemukan kerusakan sistem pesawat berpenumpang 45 orang tersebut.
Foto 7 / 7
Perbesar
Sejumlah wartawan menyaksikan simulasi penerbangan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Jawa Barat, saat rilis keterangan hasil investigasi jatuhnya pesawat Sukhoi PRJ-95B Registrasi 97004 dengan nomor penerbangan RA 36801 oleh KNKT, di Kantor KNKT, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2012). KNKT menyimpulkan, kecelakaan pesawat nahas yang jatuh pada 9 Mei 2012 tersebut disebabkan kelalaian pilot, yang mana tidak mengindahkan peringatan dari sistem yang ada di kokpit pesawat dan pengalihan perhatian dengan percakapan yang tidak terkait dengan penerbangan serta belum adanya "Minimum Safe Warning Sistem" oleh Jakarta Radar di kawasan Gunung Salak. Tim tidak menemukan kerusakan sistem pesawat berpenumpang 45 orang tersebut.
Advertisement
Sukhoi Jatuh karena Kelalaian Pilot
Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A
Sejumlah wartawan menyaksikan simulasi penerbangan pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Jawa Barat, saat rilis keterangan hasil investigasi jatuhnya pesawat Sukhoi PRJ-95B Registrasi 97004 dengan nomor penerbangan RA 36801 oleh KNKT, di Kantor KNKT, Jakarta Pusat, Selasa (18/12/2012). KNKT menyimpulkan, kecelakaan pesawat nahas yang jatuh pada 9 Mei 2012 tersebut disebabkan kelalaian pilot, yang mana tidak mengindahkan peringatan dari sistem yang ada di kokpit pesawat dan pengalihan perhatian dengan percakapan yang tidak terkait dengan penerbangan serta belum adanya "Minimum Safe Warning Sistem" oleh Jakarta Radar di kawasan Gunung Salak. Tim tidak menemukan kerusakan sistem pesawat berpenumpang 45 orang tersebut.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Follow
Topik Artikel :
Foto Lainnya