Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 6
Perbesar
img-1
Aktivis dan juga mantan Miss Waria 2006 Merlyn Sofjan menjadi pembicara dalam diskusi usai pemutaran film "Cinta yang Dirahasiakan" di Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Foto 2 / 6
Perbesar
img-2
Aktivis dan juga mantan Miss Waria 2006 Merlyn Sofjan (tengah), Peneliti Sosial Prof. Koeswinarno (kanan) dan moderator Hartoyo, menjadi pembicara dalam diskusi usai pemutaran film "Cinta yang Dirahasiakan" di Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Foto 3 / 6
Perbesar
img-3
Aktivis dan juga mantan Miss Waria 2006 Merlyn Sofjan (tengah), Peneliti Sosial Prof. Koeswinarno (kanan) dan moderator Hartoyo, menjadi pembicara dalam diskusi usai pemutaran film "Cinta yang Dirahasiakan" di Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Foto 4 / 6
Perbesar
img-4
Aktivis dan juga mantan Miss Waria 2006 Merlyn Sofjan (tengah), Peneliti Sosial Prof. Koeswinarno (kanan) dan moderator Hartoyo, menjadi pembicara dalam diskusi usai pemutaran film "Cinta yang Dirahasiakan" di Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Foto 5 / 6
Perbesar
img-5
Aktivis dan juga mantan Miss Waria 2006 Merlyn Sofjan (tengah), Peneliti Sosial Prof. Koeswinarno (kanan) dan moderator Hartoyo, menjadi pembicara dalam diskusi usai pemutaran film "Cinta yang Dirahasiakan" di Jakarta, Rabu (24/10/2012).
Foto 6 / 6
Perbesar
img-6
Aktivis dan juga mantan Miss Waria 2006 Merlyn Sofjan (tengah), Peneliti Sosial Prof. Koeswinarno (kanan) dan moderator Hartoyo, menjadi pembicara dalam diskusi usai pemutaran film "Cinta yang Dirahasiakan" di Jakarta, Rabu (24/10/2012).
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Agenda Terakhir Pekan Indonesia Tanpa Diskriminasi

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Aktivis dan juga mantan Miss Waria 2006 Merlyn Sofjan (tengah), Peneliti Sosial Prof. Koeswinarno (kanan) dan moderator Hartoyo, menjadi pembicara dalam diskusi usai pemutaran film "Cinta yang Dirahasiakan" di Jakarta, Rabu (24/10/2012). Diskusi dan pemutaran film kehidupan seorang homosexual dengan judul Cinta yang Dirahasiakan ini merupakan salah satu dari lima agenda Pekan Indonesia Tanpa Diskriminasi dan juga hari terakhir dari kegiatan ini. Agenda kali ini untuk menyambut momentum perayaan Sumpah Pemuda 28 Oktober yang diselenggarakan Yayasan Denny JA bersama Panitia Kelompok Kerja Civil Society untuk Indonesia Tanpa Diskriminasi.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya