Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 6
Perbesar
img-1
Direktur Pusat Kajian Media Jurnalistik (PKMJ) Arri W Edimar (kiri) dan mantan Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sinansari Ecip, saat memberikan pemaparan hasil riset analisis isi pemberitaan politik di dua stasiun televisi berita nasional di Jakarta, Senin (17/9/2012). Melalui analisis isi pemberitaan politik dalam running text dan efek tiru pemberitaan kedua stasiun televisi nasional kesimpulan analisis tersebut tidak memnuhi asas keberimbangan, menyajikan fakta satu sisi dan untuk kepentingan tertentu.
Foto 2 / 6
Perbesar
img-2
Dari ki-ka; Direktur Pusat Kajian Media Jurnalistik (PKMJ) Arri W Edimar, mantan Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sinansari Ecip dan Direktur Riset PKMJ Edi Sudrajat, saat memberikan pemaparan hasil riset analisis isi pemberitaan politik di dua stasiun televisi berita nasional di Jakarta, Senin (17/9/2012). Melalui analisis isi pemberitaan politik dalam running text dan efek tiru pemberitaan kedua stasiun televisi nasional kesimpulan analisis tersebut tidak memnuhi asas keberimbangan, menyajikan fakta satu sisi dan untuk kepentingan tertentu.
Foto 3 / 6
Perbesar
img-3
Mantan Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sinansari Ecip saat memberikan pemaparan hasil riset analisis isi pemberitaan politik di dua stasiun televisi berita nasional di Jakarta, Senin (17/9/2012). Melalui analisis isi pemberitaan politik dalam running text dan efek tiru pemberitaan kedua stasiun televisi nasional kesimpulan analisis tersebut tidak memnuhi asas keberimbangan, menyajikan fakta satu sisi dan untuk kepentingan tertentu.
Foto 4 / 6
Perbesar
img-4
Dari ki-ka; Direktur Pusat Kajian Media Jurnalistik (PKMJ) Arri W Edimar, mantan Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sinansari Ecip dan Direktur Riset PKMJ Edi Sudrajat, saat memberikan pemaparan hasil riset analisis isi pemberitaan politik di dua stasiun televisi berita nasional di Jakarta, Senin (17/9/2012). Melalui analisis isi pemberitaan politik dalam running text dan efek tiru pemberitaan kedua stasiun televisi nasional kesimpulan analisis tersebut tidak memenuhi asas keberimbangan, menyajikan fakta satu sisi dan untuk kepentingan tertentu.
Foto 5 / 6
Perbesar
img-5
Dari ki-ka; Direktur Pusat Kajian Media Jurnalistik (PKMJ) Arri W Edimar, mantan Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sinansari Ecip dan Direktur Riset PKMJ Edi Sudrajat, saat memberikan pemaparan hasil riset analisis isi pemberitaan politik di dua stasiun televisi berita nasional di Jakarta, Senin (17/9/2012). Melalui analisis isi pemberitaan politik dalam running text dan efek tiru pemberitaan kedua stasiun televisi nasional kesimpulan analisis tersebut tidak memenuhi asas keberimbangan, menyajikan fakta satu sisi dan untuk kepentingan tertentu.
Foto 6 / 6
Perbesar
img-6
Dari ki-ka; Direktur Pusat Kajian Media Jurnalistik (PKMJ) Arri W Edimar, mantan Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sinansari Ecip dan Direktur Riset PKMJ Edi Sudrajat, saat memberikan pemaparan hasil riset analisis isi pemberitaan politik di dua stasiun televisi berita nasional di Jakarta, Senin (17/9/2012). Melalui analisis isi pemberitaan politik dalam running text dan efek tiru pemberitaan kedua stasiun televisi nasional kesimpulan analisis tersebut tidak memenuhi asas keberimbangan, menyajikan fakta satu sisi dan untuk kepentingan tertentu.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Analisis Pemberitaan Parpol

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Dari ki-ka; Direktur Pusat Kajian Media Jurnalistik (PKMJ) Arri W Edimar, mantan Wakil Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Sinansari Ecip dan Direktur Riset PKMJ Edi Sudrajat, saat memberikan pemaparan hasil riset analisis isi pemberitaan politik di dua stasiun televisi berita nasional di Jakarta, Senin (17/9/2012). Melalui analisis isi pemberitaan politik dalam running text dan efek tiru pemberitaan kedua stasiun televisi nasional kesimpulan analisis tersebut tidak memenuhi asas keberimbangan, menyajikan fakta satu sisi dan untuk kepentingan tertentu.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya