Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 17
Perbesar
img-1
Hotel Indonesia dilihat dari luar saat acara "Napak Tilas 50 Tahun Hotel Indonesia," di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2012). Hotel Indonesia telah membuktikan komitmennya untuk berpegang teguh pada kebudayaan Indonesia melalui kemunculanya dengan konsep baru tanpa mengubah fisik bagunan sebagai hotel cagar budaya.
Foto 2 / 17
Perbesar
img-2
Replika patung selamat datang dan sebuah becak berada di lobby Hotel Indonesia saat acara "Napak Tilas 50 Tahun Hotel Indonesia," di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2012). Hotel Indonesia telah membuktikan komitmennya untuk berpegang teguh pada kebudayaan Indonesia melalui kemunculanya dengan konsep baru tanpa mengubah fisik bagunan sebagai hotel cagar budaya.
Foto 3 / 17
Perbesar
img-3
Replika patung selamat datang dan sebuah becak berada di lobby Hotel Indonesia saat acara "Napak Tilas 50 Tahun Hotel Indonesia," di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2012). Hotel Indonesia telah membuktikan komitmennya untuk berpegang teguh pada kebudayaan Indonesia melalui kemunculanya dengan konsep baru tanpa mengubah fisik bagunan sebagai hotel cagar budaya.
Foto 4 / 17
Perbesar
img-4
Sejumlah wartawan berada di ruang Bali Room saat acara "Napak Tilas 50 Tahun Hotel Indonesia," di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2012). Hotel Indonesia telah membuktikan komitmennya untuk berpegang teguh pada kebudayaan Indonesia melalui kemunculanya dengan konsep baru tanpa mengubah fisik bagunan sebagai hotel cagar budaya.
Foto 5 / 17
Perbesar
img-5
Sejumlah wartawan berada di ruang Bali Room saat acara "Napak Tilas 50 Tahun Hotel Indonesia," di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2012). Hotel Indonesia telah membuktikan komitmennya untuk berpegang teguh pada kebudayaan Indonesia melalui kemunculanya dengan konsep baru tanpa mengubah fisik bagunan sebagai hotel cagar budaya.
Foto 6 / 17
Perbesar
img-6
Digital & E-Comerce Coordinator Hotel Indonesia Nedy Prasetyo (kanan) dan Brand & Partnership Coordinator Hotel Indonesia Paundra Hanutama (kedua kanan) menjelaskan kepada wartawan mengenai mosaik tari tradisional karya G Sidharta saat acara "Napak Tilas 50 Tahun Hotel Indonesia," di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2012). Hotel Indonesia telah membuktikan komitmennya untuk berpegang teguh pada kebudayaan Indonesia melalui kemunculanya dengan konsep baru tanpa mengubah fisik bagunan sebagai hotel cagar budaya.
Foto 7 / 17
Perbesar
img-7
Sejumlah orang melintasi lobby Hotel Indonesia saat acara "Napak Tilas 50 Tahun Hotel Indonesia," di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2012). Hotel Indonesia telah membuktikan komitmennya untuk berpegang teguh pada kebudayaan Indonesia melalui kemunculanya dengan konsep baru tanpa mengubah fisik bagunan sebagai hotel cagar budaya.
Foto 8 / 17
Perbesar
img-8
Sejumlah orang melintasi lobby Hotel Indonesia saat acara "Napak Tilas 50 Tahun Hotel Indonesia," di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2012). Hotel Indonesia telah membuktikan komitmennya untuk berpegang teguh pada kebudayaan Indonesia melalui kemunculanya dengan konsep baru tanpa mengubah fisik bagunan sebagai hotel cagar budaya.
Foto 9 / 17
Perbesar
img-9
Sebuah Skype Pool berada di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2012). Hotel Indonesia telah membuktikan komitmennya untuk berpegang teguh pada kebudayaan Indonesia melalui kemunculanya dengan konsep baru tanpa mengubah fisik bagunan sebagai hotel cagar budaya.
Foto 10 / 17
Perbesar
img-10
Sebuah Skype Pool berada di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2012). Hotel Indonesia telah membuktikan komitmennya untuk berpegang teguh pada kebudayaan Indonesia melalui kemunculanya dengan konsep baru tanpa mengubah fisik bagunan sebagai hotel cagar budaya.
Foto 11 / 17
Perbesar
img-11
Sebuah Skype Pool berada di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2012). Hotel Indonesia telah membuktikan komitmennya untuk berpegang teguh pada kebudayaan Indonesia melalui kemunculanya dengan konsep baru tanpa mengubah fisik bagunan sebagai hotel cagar budaya.
Foto 12 / 17
Perbesar
img-12
Digital & E-Comerce Coordinator Hotel Indonesia Nedy Prasetyo menjelaskan kepada wartawan mengenai perihal tokoh pewayangan di ruang Heritage saat acara "Napak Tilas 50 Tahun Hotel Indonesia," di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2012). Hotel Indonesia telah membuktikan komitmennya untuk berpegang teguh pada kebudayaan Indonesia melalui kemunculanya dengan konsep baru tanpa mengubah fisik bagunan sebagai hotel cagar budaya.
Foto 13 / 17
Perbesar
img-13
Seseorang sedang bermain telepon genggam di sebuah kamar Diplomatic Suite saat acara "Napak Tilas 50 Tahun Hotel Indonesia," di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2012). Hotel Indonesia telah membuktikan komitmennya untuk berpegang teguh pada kebudayaan Indonesia melalui kemunculanya dengan konsep baru tanpa mengubah fisik bagunan sebagai hotel cagar budaya.
Foto 14 / 17
Perbesar
img-14
Seseorang sedang bermain telepon genggam di sebuah kamar Diplomatic Suite saat acara "Napak Tilas 50 Tahun Hotel Indonesia," di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2012). Hotel Indonesia telah membuktikan komitmennya untuk berpegang teguh pada kebudayaan Indonesia melalui kemunculanya dengan konsep baru tanpa mengubah fisik bagunan sebagai hotel cagar budaya.
Foto 15 / 17
Perbesar
img-15
Digital & E-Comerce Coordinator Hotel Indonesia Nedy Prasetyo menjelaskan kepada wartawan mengenai lift yang pertama digunakan Hotel Indonesia saat acara "Napak Tilas 50 Tahun Hotel Indonesia," di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2012). Hotel Indonesia telah membuktikan komitmennya untuk berpegang teguh pada kebudayaan Indonesia melalui kemunculanya dengan konsep baru tanpa mengubah fisik bagunan sebagai hotel cagar budaya.
Foto 16 / 17
Perbesar
img-16
Digital & E-Comerce Coordinator Hotel Indonesia Nedy Prasetyo menjelaskan kepada wartawan mengenai foto-foto pembukaan HOtel Indonesia pada 5 Agustus 1962, saat acara "Napak Tilas 50 Tahun Hotel Indonesia," di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2012). Hotel Indonesia telah membuktikan komitmennya untuk berpegang teguh pada kebudayaan Indonesia melalui kemunculanya dengan konsep baru tanpa mengubah fisik bagunan sebagai hotel cagar budaya.
Foto 17 / 17
Perbesar
img-17
Digital & E-Comerce Coordinator Hotel Indonesia Nedy Prasetyo menjelaskan kepada wartawan mengenai foto-foto pembukaan HOtel Indonesia pada 5 Agustus 1962, saat acara "Napak Tilas 50 Tahun Hotel Indonesia," di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2012). Hotel Indonesia telah membuktikan komitmennya untuk berpegang teguh pada kebudayaan Indonesia melalui kemunculanya dengan konsep baru tanpa mengubah fisik bagunan sebagai hotel cagar budaya.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Napak Tilas 50 Tahun Hotel Indonesia

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Digital & E-Comerce Coordinator Hotel Indonesia Nedy Prasetyo menjelaskan kepada wartawan mengenai foto-foto pembukaan HOtel Indonesia pada 5 Agustus 1962, saat acara "Napak Tilas 50 Tahun Hotel Indonesia," di Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (12/9/2012). Hotel Indonesia telah membuktikan komitmennya untuk berpegang teguh pada kebudayaan Indonesia melalui kemunculanya dengan konsep baru tanpa mengubah fisik bagunan sebagai hotel cagar budaya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Foto Lainnya