Advertisement
Advertisement
Foto 1 / 6
Perbesar
img-1
Gabungan Mahasiswa Bima dan Ikatan Mahasiswa Muslim Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Sukoharjo, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Satu Untuk HAM (Ganash) menggelar aksi unjuk rasa mengutuk tragedi yang terjadi di Bima.
Foto 2 / 6
Perbesar
img-2
Gabungan Mahasiswa Bima dan Ikatan Mahasiswa Muslim Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Sukoharjo, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Satu Untuk HAM (Ganash) menggelar aksi unjuk rasa mengutuk tragedi yang terjadi di Bima.
Foto 3 / 6
Perbesar
img-3
Gabungan Mahasiswa Bima dan Ikatan Mahasiswa Muslim Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Sukoharjo, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Satu Untuk HAM (Ganash) menggelar aksi unjuk rasa mengutuk tragedi yang terjadi di Bima.
Foto 4 / 6
Perbesar
img-4
Gabungan Mahasiswa Bima dan Ikatan Mahasiswa Muslim Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Sukoharjo, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Satu Untuk HAM (Ganash) menggelar aksi unjuk rasa mengutuk tragedi yang terjadi di Bima.
Foto 5 / 6
Perbesar
img-5
Gabungan Mahasiswa Bima dan Ikatan Mahasiswa Muslim Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Sukoharjo, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Satu Untuk HAM (Ganash) menggelar aksi unjuk rasa mengutuk tragedi yang terjadi di Bima.
Foto 6 / 6
Perbesar
img-6
Gabungan Mahasiswa Bima dan Ikatan Mahasiswa Muslim Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Sukoharjo, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Satu Untuk HAM (Ganash) menggelar aksi unjuk rasa mengutuk tragedi yang terjadi di Bima.
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
thumb-img
Advertisement

Kecam Tragedi Bima

Rabu 01 Januari 2020 01:01 WIB
A
A
A

Gabungan Mahasiswa Bima dan Ikatan Mahasiswa Muslim Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Sukoharjo, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Satu Untuk HAM (Ganash) menggelar aksi unjuk rasa mengutuk tragedi yang terjadi di Bima. Mereka menuntut Presiden SBY secara terbuka meminta maaf kepada rakyatnya dan segera mencopot Kapolri sebagai pihak yang paling bertanggungjawab atas tindakan represif anggotanya yang berbuntut pada kejahatan HAM.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Foto Lainnya