Program Pertanian Konservasi adalah kerjasama antara Kementrian Pertanian dan Badan Pangan dan Pertanian PBB FAO yang didanai oleh USAID. Program ini bertujuan untuk menciptakan ketangguhan para petani menghadapi perubahan iklim yang ekstrim.
Pertanian Konservasi yang diimplementasikan di Provinsi NTT dan NTB sejak tahun 2014 ini adalah cara bertani yang sesuai dan tepat guna di lahan kering beriklim kering.
Dengan Pertanian Konservasi Hasil panen jagung meningkat 2 kali lipat jika dibandingkan dengan pendekatan konvensional. Pada musim tanam pertama 2017/2018, rata-rata hasil panen jagung dengan pendekatan PK adalah 5,6 ton/ha dan 2,4 ton/ha dengan pendekatan konvensional
@FAOIndonesia
https://www.youtube.com/user/FAOoftheUN
@Kementan
https://www.youtube.com/channel/UC757MLmzhe5QXlr9yWyHcpQ
@USAID
https://www.youtube.com/user/USaidVideo
@USAIDIndonesia
https://www.youtube.com/user/usaidindonesia
#ZeroHunger #ClimateAction #PertanianKonservasi