JAKARTA -
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengklaim berhasil menghemat anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Rp44 triliun selama 100 hari kepemimpinannya. Efisiensi dilakukan melalui perhitungan ulang anggaran 2026 yang mencapai Rp268 triliun serta revisi skema insentif dan biaya operasional dapur MBG.
Sudaryono juga menyoroti sejumlah persoalan dalam pelaksanaan program tersebut, mulai dari tata kelola, dugaan praktik koruptif, hingga lemahnya koordinasi antarlembaga. Salah satu langkah efisiensi yang dilakukan yakni mengubah insentif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi Rp2.000 per porsi dan membatasi dana operasional dapur maksimal Rp3.000 per porsi, dari sebelumnya rata-rata Rp4.500.
JAKARTA -
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengklaim berhasil menghemat anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga Rp44 triliun selama 100 hari kepemimpinannya. Efisiensi dilakukan melalui perhitungan ulang anggaran 2026 yang mencapai Rp268 triliun serta revisi skema insentif dan biaya operasional dapur MBG.
Sudaryono juga menyoroti sejumlah persoalan dalam pelaksanaan program tersebut, mulai dari tata kelola, dugaan praktik koruptif, hingga lemahnya koordinasi antarlembaga. Salah satu langkah efisiensi yang dilakukan yakni mengubah insentif Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi Rp2.000 per porsi dan membatasi dana operasional dapur maksimal Rp3.000 per porsi, dari sebelumnya rata-rata Rp4.500.