JAKARTA -
Juara pertama diraih Kayla Aprilia dari Bangka Belitung melalui usaha Skay Soufflecake. Juara kedua diraih Kesya Deswita Sari dari Magelang dengan Cascara Tea, sedangkan juara ketiga diraih Talitha Maritza Rafa Hendrian dari Cirebon melalui Moringo Bomboloni.
Sebelumnya, sebanyak 50 peserta mengikuti pendampingan daring selama empat pekan hingga terpilih 10 finalis dari berbagai daerah. Pada tahap lanjutan, mereka mendapat pelatihan penyusunan Business Model Canvas, pembuatan prototipe, pengembangan identitas merek, hingga perhitungan harga jual. Dalam Demo Day yang didukung Institut Asia Malang, para finalis mempresentasikan ide dan perkembangan usaha mereka.
Ide bisnis yang diusung peserta beragam, mulai dari produk olahan pangan hingga produk kreatif berbahan daur ulang. Sejumlah peserta memanfaatkan bahan sisa untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi, seperti teh dari kulit kopi, pot dari botol bekas, serta tas tumbler dari kain jeans dan kain perca.
Mentor MEA 2026 Dr. Puji Subekti mengatakan, perjalanan peserta sejak kegiatan di Magelang menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga prasejahtera memiliki potensi untuk merintis usaha ketika memperoleh kesempatan dan pendampingan yang tepat. Ia berharap program tersebut dapat mendorong lebih banyak anak muda menjadi wirausaha mandiri dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM Lalu Dodot Patria Ary S. mengatakan, proses pengembangan usaha sama pentingnya dengan hasil akhir kompetisi. Menurut dia, peserta perlu belajar mengembangkan ide, memahami kebutuhan pasar, menyempurnakan produk, serta mengambil keputusan dalam membangun usaha. PNM juga akan terus memantau perkembangan usaha peserta setelah Demo Day.
Melalui MEA 2026, PNM berkomitmen mendukung pendidikan anak nasabah sekaligus mengembangkan kemampuan kewirausahaan dan kepemimpinan mereka. Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif tahun sebelumnya, #CariTauLangkahBaru, untuk memperluas dampak pemberdayaan dan membantu generasi muda mengembangkan usaha yang adaptif serta berkelanjutan.
JAKARTA -
Juara pertama diraih Kayla Aprilia dari Bangka Belitung melalui usaha Skay Soufflecake. Juara kedua diraih Kesya Deswita Sari dari Magelang dengan Cascara Tea, sedangkan juara ketiga diraih Talitha Maritza Rafa Hendrian dari Cirebon melalui Moringo Bomboloni.
Sebelumnya, sebanyak 50 peserta mengikuti pendampingan daring selama empat pekan hingga terpilih 10 finalis dari berbagai daerah. Pada tahap lanjutan, mereka mendapat pelatihan penyusunan Business Model Canvas, pembuatan prototipe, pengembangan identitas merek, hingga perhitungan harga jual. Dalam Demo Day yang didukung Institut Asia Malang, para finalis mempresentasikan ide dan perkembangan usaha mereka.
Ide bisnis yang diusung peserta beragam, mulai dari produk olahan pangan hingga produk kreatif berbahan daur ulang. Sejumlah peserta memanfaatkan bahan sisa untuk menghasilkan produk bernilai ekonomi, seperti teh dari kulit kopi, pot dari botol bekas, serta tas tumbler dari kain jeans dan kain perca.
Mentor MEA 2026 Dr. Puji Subekti mengatakan, perjalanan peserta sejak kegiatan di Magelang menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga prasejahtera memiliki potensi untuk merintis usaha ketika memperoleh kesempatan dan pendampingan yang tepat. Ia berharap program tersebut dapat mendorong lebih banyak anak muda menjadi wirausaha mandiri dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Direktur Operasional dan Hubungan Kelembagaan PNM Lalu Dodot Patria Ary S. mengatakan, proses pengembangan usaha sama pentingnya dengan hasil akhir kompetisi. Menurut dia, peserta perlu belajar mengembangkan ide, memahami kebutuhan pasar, menyempurnakan produk, serta mengambil keputusan dalam membangun usaha. PNM juga akan terus memantau perkembangan usaha peserta setelah Demo Day.
Melalui MEA 2026, PNM berkomitmen mendukung pendidikan anak nasabah sekaligus mengembangkan kemampuan kewirausahaan dan kepemimpinan mereka. Program ini merupakan kelanjutan dari inisiatif tahun sebelumnya, #CariTauLangkahBaru, untuk memperluas dampak pemberdayaan dan membantu generasi muda mengembangkan usaha yang adaptif serta berkelanjutan.