JAKARTA -
Dibuka oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia M. Sarmuji, pameran ini mencakup sektor pengemasan, pengolahan, plastik, percetakan, daur ulang, otomasi industri, hingga farmasi. ALLPack Indonesia 2026 menjadi wadah bagi pelaku industri, penyedia teknologi, distributor, dan pembeli untuk bertukar informasi, menjajaki inovasi, serta memperluas peluang kerja sama bisnis.
CEO Krista Exhibitions Daud D. Salim mengatakan, pameran tersebut berperan dalam membuka akses terhadap teknologi, inovasi, dan peluang kerja sama global. Selama empat hari penyelenggaraan, ALLPack Indonesia 2026 menargetkan lebih dari 90.000 pengunjung bisnis dari lebih dari 30 negara, sekaligus mendorong investasi dan meningkatkan daya saing industri nasional.
Selain pameran utama, kegiatan ini menghadirkan sejumlah pameran pendukung, antara lain ALLPlas, ALLProcess, ALL Beverage Technology, IPEX, dan FoodTech Indonesia. Rangkaian tersebut dilengkapi ALL Cold Chain, Indonesia Maritime & Logistics Expo, serta ALL Agri Expo yang menampilkan teknologi di bidang rantai pendingin, maritim, logistik, pergudangan, dan agribisnis.
Selama pameran, pengunjung dapat mengikuti lebih dari 65 agenda edukasi dan bisnis, meliputi seminar, konferensi, talk show, workshop, konsultasi industri, serta program business matching. Berbagai agenda tersebut membahas inovasi pengemasan, teknologi manufaktur, industri farmasi, keamanan pangan, daur ulang, ekonomi sirkular, hingga peluang investasi dan pengembangan pasar.
Penyelenggaraan ALLPack Indonesia 2026 mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Melalui rangkaian pameran dan program bisnis tersebut, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas jaringan usaha, memperkuat kemitraan lintas sektor, serta mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing industri Indonesia.
JAKARTA -
Dibuka oleh Menteri Perindustrian Republik Indonesia M. Sarmuji, pameran ini mencakup sektor pengemasan, pengolahan, plastik, percetakan, daur ulang, otomasi industri, hingga farmasi. ALLPack Indonesia 2026 menjadi wadah bagi pelaku industri, penyedia teknologi, distributor, dan pembeli untuk bertukar informasi, menjajaki inovasi, serta memperluas peluang kerja sama bisnis.
CEO Krista Exhibitions Daud D. Salim mengatakan, pameran tersebut berperan dalam membuka akses terhadap teknologi, inovasi, dan peluang kerja sama global. Selama empat hari penyelenggaraan, ALLPack Indonesia 2026 menargetkan lebih dari 90.000 pengunjung bisnis dari lebih dari 30 negara, sekaligus mendorong investasi dan meningkatkan daya saing industri nasional.
Selain pameran utama, kegiatan ini menghadirkan sejumlah pameran pendukung, antara lain ALLPlas, ALLProcess, ALL Beverage Technology, IPEX, dan FoodTech Indonesia. Rangkaian tersebut dilengkapi ALL Cold Chain, Indonesia Maritime & Logistics Expo, serta ALL Agri Expo yang menampilkan teknologi di bidang rantai pendingin, maritim, logistik, pergudangan, dan agribisnis.
Selama pameran, pengunjung dapat mengikuti lebih dari 65 agenda edukasi dan bisnis, meliputi seminar, konferensi, talk show, workshop, konsultasi industri, serta program business matching. Berbagai agenda tersebut membahas inovasi pengemasan, teknologi manufaktur, industri farmasi, keamanan pangan, daur ulang, ekonomi sirkular, hingga peluang investasi dan pengembangan pasar.
Penyelenggaraan ALLPack Indonesia 2026 mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Pariwisata, serta Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Melalui rangkaian pameran dan program bisnis tersebut, kegiatan ini diharapkan dapat memperluas jaringan usaha, memperkuat kemitraan lintas sektor, serta mendorong pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing industri Indonesia.