Perkembangan Usaha Gula Aren Susanti melalui Pendampingan PNM

Arif Julianto/okezone, Jurnalis
Senin 07 September 2026 21:59 WIB

JAKARTAUsaha gula aren milik Susanti asal Bungbulang, Garut, Jawa Barat, mulai membuka peluang menuju pasar ekspor. Produk bernama Gasebu atau Gula Semut Bungbulang yang dirintis sejak 2015 kini mulai menarik perhatian pasar yang lebih luas.

 

Pada awal merintis usaha, Susanti masih menjual gula aren tanpa merek dan menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan modal, minimnya promosi, hingga sistem pencatatan usaha yang masih sederhana. Kondisi tersebut sempat membuat peluang ekspor belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

 

Setelah bergabung sebagai nasabah PNM Mekaar dan memperoleh pinjaman awal Rp4 juta, Susanti mulai mengembangkan usahanya dengan membeli hasil produksi petani aren di sekitar Bungbulang serta memperluas jaringan produksi.

 

Melalui program pemberdayaan, Susanti juga mendapat pendampingan dalam pengembangan kemasan dan pemasaran digital. Produk Gasebu kemudian semakin dikenal dan membuka akses ke pasar yang lebih luas.

 

Salah satunya datang dari eksportir asal Cianjur yang mendatangi rumah produksi Gasebu dan meminta sampel untuk penjajakan permintaan ekspor hingga 30 ton.

 

Perkembangan usaha tersebut turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Saat ini, sekitar 130 orang, terdiri atas 113 petani aren dan 17 pekerja rumah produksi, terlibat dalam usaha Gasebu.

 

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Kindaris mengatakan pengembangan usaha ultra mikro tidak cukup hanya mengandalkan pembiayaan, tetapi juga membutuhkan pendampingan dan perluasan akses pasar.

 

“Untuk membuat usaha ultra mikro berkembang bukan hanya butuh modal uang, tetapi juga dibukakan jalan untuk bisa naik kelas,” kata Kindaris.

 

Dari Bungbulang, Garut, Gasebu kini terus mengembangkan kapasitas produksi dan memperluas pasar, sekaligus membuka peluang produk gula aren lokal untuk menjangkau pasar ekspor.

JAKARTAUsaha gula aren milik Susanti asal Bungbulang, Garut, Jawa Barat, mulai membuka peluang menuju pasar ekspor. Produk bernama Gasebu atau Gula Semut Bungbulang yang dirintis sejak 2015 kini mulai menarik perhatian pasar yang lebih luas.

 

Pada awal merintis usaha, Susanti masih menjual gula aren tanpa merek dan menghadapi sejumlah kendala, mulai dari keterbatasan modal, minimnya promosi, hingga sistem pencatatan usaha yang masih sederhana. Kondisi tersebut sempat membuat peluang ekspor belum dapat dimanfaatkan secara maksimal.

 

Setelah bergabung sebagai nasabah PNM Mekaar dan memperoleh pinjaman awal Rp4 juta, Susanti mulai mengembangkan usahanya dengan membeli hasil produksi petani aren di sekitar Bungbulang serta memperluas jaringan produksi.

 

Melalui program pemberdayaan, Susanti juga mendapat pendampingan dalam pengembangan kemasan dan pemasaran digital. Produk Gasebu kemudian semakin dikenal dan membuka akses ke pasar yang lebih luas.

 

Salah satunya datang dari eksportir asal Cianjur yang mendatangi rumah produksi Gasebu dan meminta sampel untuk penjajakan permintaan ekspor hingga 30 ton.

 

Perkembangan usaha tersebut turut memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Saat ini, sekitar 130 orang, terdiri atas 113 petani aren dan 17 pekerja rumah produksi, terlibat dalam usaha Gasebu.

 

Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) Kindaris mengatakan pengembangan usaha ultra mikro tidak cukup hanya mengandalkan pembiayaan, tetapi juga membutuhkan pendampingan dan perluasan akses pasar.

 

“Untuk membuat usaha ultra mikro berkembang bukan hanya butuh modal uang, tetapi juga dibukakan jalan untuk bisa naik kelas,” kata Kindaris.

 

Dari Bungbulang, Garut, Gasebu kini terus mengembangkan kapasitas produksi dan memperluas pasar, sekaligus membuka peluang produk gula aren lokal untuk menjangkau pasar ekspor.

Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita Multimedia lainnya