JAKARTA -
Pasar smartphone Asia Tenggara turun 15% secara tahunan pada kuartal II/2026, menjadi penurunan terdalam sejak awal 2023, berdasarkan laporan Counterpoint Research.
Ponsel di bawah US$150 atau sekitar Rp2,6 juta menjadi yang paling terpukul dengan penjualan anjlok 38%. Sebaliknya, smartphone US$500–US$699 justru melonjak 74%, sedangkan perangkat di atas US$700 tumbuh 18%.
Kenaikan biaya komponen, terutama memori, menjadi salah satu penyebab. Produsen pun menaikkan harga dan mengurangi produksi ponsel murah, sementara permintaan terhadap perangkat premium masih tumbuh.
JAKARTA -
Pasar smartphone Asia Tenggara turun 15% secara tahunan pada kuartal II/2026, menjadi penurunan terdalam sejak awal 2023, berdasarkan laporan Counterpoint Research.
Ponsel di bawah US$150 atau sekitar Rp2,6 juta menjadi yang paling terpukul dengan penjualan anjlok 38%. Sebaliknya, smartphone US$500–US$699 justru melonjak 74%, sedangkan perangkat di atas US$700 tumbuh 18%.
Kenaikan biaya komponen, terutama memori, menjadi salah satu penyebab. Produsen pun menaikkan harga dan mengurangi produksi ponsel murah, sementara permintaan terhadap perangkat premium masih tumbuh.