Dipukul Mundur Polisi, Massa Aksi Kembali Melawan di Slipi

Arif Julianto/okezone, Jurnalis
Jum'at 28 Agustus 2026 08:12 WIB

JAKARTA Massa dari berbagai elemen masyarakat melakukan perlawanan setelah dipukul mundur polisi di kawasan Slipi, Jakarta, Kamis (27/8/2026)malam. Aksi tersebut berlangsung di tengah demonstrasi yang menyuarakan desakan agar upaya pemberantasan korupsi diperkuat, termasuk dengan segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

 

Dalam aksinya, massa juga meminta pemerintah dan DPR menerapkan hukuman berat bagi pelaku korupsi. RUU Perampasan Aset dinilai penting untuk memperkuat upaya negara dalam memulihkan aset yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi. Aksi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendorong komitmen pemberantasan korupsi yang lebih tegas.

 

Situasi memanas setelah polisi mengerahkan mobil water cannon untuk memukul mundur massa yang sebelumnya masih bertahan di sekitar gerbang utama Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat. Sebagian massa sempat berupaya merobohkan pagar, sementara api terlihat berkobar di sejumlah titik kawasan tersebut. Polisi sebelumnya telah mengimbau massa untuk meninggalkan area DPR/MPR sebelum water cannon diarahkan ke kerumunan. Semprotan air membuat massa berlarian menjauh dari gerbang. Pada saat bersamaan, Jalan Tol Dalam Kota ditutup sementara dari arah Cawang menuju Slipi dan polisi bersiaga di sekitar area tol.

JAKARTA Massa dari berbagai elemen masyarakat melakukan perlawanan setelah dipukul mundur polisi di kawasan Slipi, Jakarta, Kamis (27/8/2026)malam. Aksi tersebut berlangsung di tengah demonstrasi yang menyuarakan desakan agar upaya pemberantasan korupsi diperkuat, termasuk dengan segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset.

 

Dalam aksinya, massa juga meminta pemerintah dan DPR menerapkan hukuman berat bagi pelaku korupsi. RUU Perampasan Aset dinilai penting untuk memperkuat upaya negara dalam memulihkan aset yang berkaitan dengan tindak pidana korupsi. Aksi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mendorong komitmen pemberantasan korupsi yang lebih tegas.

 

Situasi memanas setelah polisi mengerahkan mobil water cannon untuk memukul mundur massa yang sebelumnya masih bertahan di sekitar gerbang utama Gedung DPR/MPR, Jakarta Pusat. Sebagian massa sempat berupaya merobohkan pagar, sementara api terlihat berkobar di sejumlah titik kawasan tersebut. Polisi sebelumnya telah mengimbau massa untuk meninggalkan area DPR/MPR sebelum water cannon diarahkan ke kerumunan. Semprotan air membuat massa berlarian menjauh dari gerbang. Pada saat bersamaan, Jalan Tol Dalam Kota ditutup sementara dari arah Cawang menuju Slipi dan polisi bersiaga di sekitar area tol.

Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita Multimedia lainnya