Perintah Presiden Prabowo, Menhut Pantau Penanganan Karhutla di Kalbar

Arif Julianto/okezone, Jurnalis
Senin 24 Agustus 2026 21:46 WIB

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni turun langsung ke Kalimantan Barat untuk memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia meninjau penanganan karhutla di Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Senin (24/8/2026).

 

Raja Antoni mengecek kondisi karhutla bersama Gubernur Kalbar Ria Norsan serta jajaran TNI, Polri, BNPB, BMKG, Manggala Agni Kementerian Kehutanan dan unsur terkait lainnya. Berdasarkan data per 23 Agustus pukul 23.59, jumlah hotspot di Kalbar turun menjadi 28 titik.

 

Meski terjadi penurunan hotspot, Raja Antoni mengingatkan kondisi belum sepenuhnya aman. Saat meninjau lahan gambut di Rasau Jaya Tiga, api tidak terlihat, namun asap masih muncul sehingga proses pendinginan dan pemadaman lanjutan tetap diperlukan.

 

Menurut Raja Antoni, penurunan hotspot merupakan hasil kerja bersama melalui penanganan di darat dan udara. Ia juga menjelaskan, karakteristik lahan gambut membuat penanganan karhutla lebih sulit karena api dapat berada di bawah permukaan dan tetap menghasilkan asap serta emisi karbon.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni turun langsung ke Kalimantan Barat untuk memastikan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) berjalan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Ia meninjau penanganan karhutla di Rasau Jaya, Kabupaten Kubu Raya, Senin (24/8/2026).

 

Raja Antoni mengecek kondisi karhutla bersama Gubernur Kalbar Ria Norsan serta jajaran TNI, Polri, BNPB, BMKG, Manggala Agni Kementerian Kehutanan dan unsur terkait lainnya. Berdasarkan data per 23 Agustus pukul 23.59, jumlah hotspot di Kalbar turun menjadi 28 titik.

 

Meski terjadi penurunan hotspot, Raja Antoni mengingatkan kondisi belum sepenuhnya aman. Saat meninjau lahan gambut di Rasau Jaya Tiga, api tidak terlihat, namun asap masih muncul sehingga proses pendinginan dan pemadaman lanjutan tetap diperlukan.

 

Menurut Raja Antoni, penurunan hotspot merupakan hasil kerja bersama melalui penanganan di darat dan udara. Ia juga menjelaskan, karakteristik lahan gambut membuat penanganan karhutla lebih sulit karena api dapat berada di bawah permukaan dan tetap menghasilkan asap serta emisi karbon.

Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita Multimedia lainnya