Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Cek Penanganan Karhutla di Kalsel

Arif Julianto/okezone, Jurnalis
Senin 24 Agustus 2026 08:56 WIB

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Penggalaman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (23/8/2026). Dalam peninjauan tersebut, Raja Juli Antoni mengecek kondisi lahan gambut yang masih mengeluarkan asap meski api di permukaan sudah tidak terlihat. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 36 hektare dan berada di area non-kawasan yang berbatasan dengan hutan lindung.

 

Raja Juli Antoni mengatakan karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh hingga ke lapisan bawah tanah. Menurutnya, asap yang masih muncul dari dalam tanah menunjukkan adanya bara yang harus dipastikan benar-benar padam untuk mencegah api kembali muncul. Ia meminta penanganan dilakukan secara detail agar tidak terjadi kebakaran susulan.

 

Selain pemadaman di darat, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan juga dilakukan melalui operasi udara dengan water bombing. Operasi gabungan yang melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, dan BNPB sebelumnya berhasil menekan jumlah titik panas dari 157 titik pada 21 Agustus menjadi 11 titik pada malam 22 Agustus. Namun, jumlah hotspot kembali meningkat menjadi 44 titik pada 23 Agustus pagi, sehingga seluruh pihak diminta tetap waspada terhadap potensi karhutla.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Penggalaman, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Minggu (23/8/2026). Dalam peninjauan tersebut, Raja Juli Antoni mengecek kondisi lahan gambut yang masih mengeluarkan asap meski api di permukaan sudah tidak terlihat. Lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 36 hektare dan berada di area non-kawasan yang berbatasan dengan hutan lindung.

 

Raja Juli Antoni mengatakan karakteristik lahan gambut membuat proses pemadaman harus dilakukan secara menyeluruh hingga ke lapisan bawah tanah. Menurutnya, asap yang masih muncul dari dalam tanah menunjukkan adanya bara yang harus dipastikan benar-benar padam untuk mencegah api kembali muncul. Ia meminta penanganan dilakukan secara detail agar tidak terjadi kebakaran susulan.

 

Selain pemadaman di darat, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan juga dilakukan melalui operasi udara dengan water bombing. Operasi gabungan yang melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BPBD, dan BNPB sebelumnya berhasil menekan jumlah titik panas dari 157 titik pada 21 Agustus menjadi 11 titik pada malam 22 Agustus. Namun, jumlah hotspot kembali meningkat menjadi 44 titik pada 23 Agustus pagi, sehingga seluruh pihak diminta tetap waspada terhadap potensi karhutla.

Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita Multimedia lainnya