JAKARTA -
Mewakili UPH sekaligus LLDIKTI Wilayah III, Tiffney mengikuti tahap akhir berupa presentasi dan wawancara di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, pada 4–7 Agustus 2026. Sebelumnya, ia meraih Juara 1 PILMAPRES tingkat LLDIKTI Wilayah III setelah bersaing dengan 15 mahasiswa. Dari seleksi nasional yang diikuti perwakilan 17 LLDIKTI, sebanyak 60 mahasiswa lolos ke tingkat nasional dan mengerucut menjadi 19 finalis terbaik.
Dalam kompetisi tersebut, Tiffney mengusung gagasan Smart Febrile Patch, wearable sensor non-invasif berbasis keringat untuk membantu skrining dini tingkat keparahan penyakit infeksi berbasis demam. Inovasi ini dirancang untuk memberikan informasi awal yang lebih objektif mengenai respons inflamasi dan kondisi fisiologis tubuh sehingga masyarakat dapat mengambil keputusan untuk mencari pertolongan medis secara lebih cepat dan tepat.
“Persiapannya cukup panjang dan intensif. Saya banyak berlatih untuk mematangkan gagasan, menyusun presentasi, mengantisipasi pertanyaan juri, serta memperdalam materi untuk sesi wawancara dan Bahasa Inggris,” ujar Tiffney. Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UPH lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan memberikan dampak positif melalui bidang yang ditekuni.
Associate Vice President Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH, Dr. Andry M. Panjaitan, M.T., CPHCM., mengapresiasi prestasi Tiffney yang dinilai menjadi tonggak penting bagi UPH dan perguruan tinggi swasta di Indonesia. Menurutnya, pencapaian tersebut membuktikan bahwa mahasiswa perguruan tinggi swasta mampu meraih prestasi tertinggi melalui talenta, kerja keras, pembinaan, dan dukungan yang tepat.
Prestasi nasional tersebut melengkapi rekam jejak Tiffney di bidang akademik, riset, dan organisasi. Ia meraih sejumlah penghargaan di bidang kedokteran dan sains, menghasilkan publikasi pada jurnal Scopus Q1, menjadi oral presenter pada forum ilmiah internasional, serta mengikuti program pertukaran riset di Taiwan. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa dan komunitas profesi. Pencapaian ini sekaligus menegaskan komitmen UPH dalam memberikan pembinaan holistis agar mahasiswa mampu berprestasi dan memberikan dampak di tingkat nasional maupun global.
JAKARTA -
Mewakili UPH sekaligus LLDIKTI Wilayah III, Tiffney mengikuti tahap akhir berupa presentasi dan wawancara di Universitas Multimedia Nusantara (UMN), Tangerang, pada 4–7 Agustus 2026. Sebelumnya, ia meraih Juara 1 PILMAPRES tingkat LLDIKTI Wilayah III setelah bersaing dengan 15 mahasiswa. Dari seleksi nasional yang diikuti perwakilan 17 LLDIKTI, sebanyak 60 mahasiswa lolos ke tingkat nasional dan mengerucut menjadi 19 finalis terbaik.
Dalam kompetisi tersebut, Tiffney mengusung gagasan Smart Febrile Patch, wearable sensor non-invasif berbasis keringat untuk membantu skrining dini tingkat keparahan penyakit infeksi berbasis demam. Inovasi ini dirancang untuk memberikan informasi awal yang lebih objektif mengenai respons inflamasi dan kondisi fisiologis tubuh sehingga masyarakat dapat mengambil keputusan untuk mencari pertolongan medis secara lebih cepat dan tepat.
“Persiapannya cukup panjang dan intensif. Saya banyak berlatih untuk mematangkan gagasan, menyusun presentasi, mengantisipasi pertanyaan juri, serta memperdalam materi untuk sesi wawancara dan Bahasa Inggris,” ujar Tiffney. Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa UPH lainnya untuk terus mengembangkan potensi dan memberikan dampak positif melalui bidang yang ditekuni.
Associate Vice President Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH, Dr. Andry M. Panjaitan, M.T., CPHCM., mengapresiasi prestasi Tiffney yang dinilai menjadi tonggak penting bagi UPH dan perguruan tinggi swasta di Indonesia. Menurutnya, pencapaian tersebut membuktikan bahwa mahasiswa perguruan tinggi swasta mampu meraih prestasi tertinggi melalui talenta, kerja keras, pembinaan, dan dukungan yang tepat.
Prestasi nasional tersebut melengkapi rekam jejak Tiffney di bidang akademik, riset, dan organisasi. Ia meraih sejumlah penghargaan di bidang kedokteran dan sains, menghasilkan publikasi pada jurnal Scopus Q1, menjadi oral presenter pada forum ilmiah internasional, serta mengikuti program pertukaran riset di Taiwan. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi mahasiswa dan komunitas profesi. Pencapaian ini sekaligus menegaskan komitmen UPH dalam memberikan pembinaan holistis agar mahasiswa mampu berprestasi dan memberikan dampak di tingkat nasional maupun global.