JAKARTA - Siswa SMP binaan ISCO Foundation mengikuti kegiatan Berani Punya Cita-Cita di kantor pusat MSIG Life, Jakarta. Melalui permainan reflektif melempar bola ke dalam keranjang, anak-anak diajak memahami bahwa meraih cita-cita membutuhkan persiapan, strategi, serta ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Program PELITA yang dijalankan MSIG Life bersama ISCO Foundation mencatat hasil positif pada tahun pertamanya. Seluruh 60 anak dampingan berhasil tetap bersekolah tanpa ada yang putus sekolah. Sebelumnya, angka putus sekolah di Sanggar Kebon Melati, Tanah Abang, mencapai 5,9 persen dalam tiga tahun terakhir.
Keberhasilan tersebut dinilai tidak hanya berasal dari bantuan pendidikan, tetapi juga pendampingan yang membangun motivasi anak dan melibatkan orang tua. Di kawasan Kebon Melati, tekanan lingkungan yang mendorong anak untuk segera bekerja menjadi salah satu penyebab utama putus sekolah, sehingga penguatan cita-cita dan dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam program.
Sebagai kelanjutan program, sebanyak 36 siswa SMP mengikuti tur kantor, sesi inspirasi bersama jajaran manajemen dan psikolog perkembangan anak, serta berbagai aktivitas yang mengenalkan beragam profesi. Di akhir kegiatan, setiap peserta menuliskan cita-cita dan satu kebiasaan positif yang akan dilakukan secara konsisten sebagai langkah awal meraih impian.
Memasuki tahun kedua, PELITA kembali mendukung pendidikan 60 anak prasejahtera di Kebon Melati dengan alokasi dana lebih dari Rp120 juta. Dukungan tersebut mencakup pembiayaan pendidikan, makanan bergizi, perbaikan fasilitas sanggar, pendampingan bagi anak dan orang tua, serta program literasi keuangan untuk memperkuat kesejahteraan keluarga dan keberlanjutan pendidikan anak.
JAKARTA - Siswa SMP binaan ISCO Foundation mengikuti kegiatan Berani Punya Cita-Cita di kantor pusat MSIG Life, Jakarta. Melalui permainan reflektif melempar bola ke dalam keranjang, anak-anak diajak memahami bahwa meraih cita-cita membutuhkan persiapan, strategi, serta ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.
Program PELITA yang dijalankan MSIG Life bersama ISCO Foundation mencatat hasil positif pada tahun pertamanya. Seluruh 60 anak dampingan berhasil tetap bersekolah tanpa ada yang putus sekolah. Sebelumnya, angka putus sekolah di Sanggar Kebon Melati, Tanah Abang, mencapai 5,9 persen dalam tiga tahun terakhir.
Keberhasilan tersebut dinilai tidak hanya berasal dari bantuan pendidikan, tetapi juga pendampingan yang membangun motivasi anak dan melibatkan orang tua. Di kawasan Kebon Melati, tekanan lingkungan yang mendorong anak untuk segera bekerja menjadi salah satu penyebab utama putus sekolah, sehingga penguatan cita-cita dan dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam program.
Sebagai kelanjutan program, sebanyak 36 siswa SMP mengikuti tur kantor, sesi inspirasi bersama jajaran manajemen dan psikolog perkembangan anak, serta berbagai aktivitas yang mengenalkan beragam profesi. Di akhir kegiatan, setiap peserta menuliskan cita-cita dan satu kebiasaan positif yang akan dilakukan secara konsisten sebagai langkah awal meraih impian.
Memasuki tahun kedua, PELITA kembali mendukung pendidikan 60 anak prasejahtera di Kebon Melati dengan alokasi dana lebih dari Rp120 juta. Dukungan tersebut mencakup pembiayaan pendidikan, makanan bergizi, perbaikan fasilitas sanggar, pendampingan bagi anak dan orang tua, serta program literasi keuangan untuk memperkuat kesejahteraan keluarga dan keberlanjutan pendidikan anak.