Sejumlah komunitas lingkungan mengumpulkan sampah pesisir di Kawasan Pesisir Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (12/5/2026). Melalui program Nestle Coastal Warriors, Nestle Indonesia menginisiasi aksi bersih pantai sebagai upaya mendukung transisi menuju ekonomi sirkular melalui pengurangan sampah pesisir, pemberdayaan masyarakat, dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Kegiatan ini melibatkan 50 partisipan dari berbagai komunitas lingkungan, di antaranya Yayasan KEHATI, Yayasan SALAKA, Rhino Bahari, Lingkar Muda, Brigasspala SMAN 16 Pandeglang, dan Biodiversity Warrior UNTIRTA.
Aksi bersih pantai tersebut tidak hanya berfokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga edukasi pemilahan dan pengolahan sampah plastik agar dapat didaur ulang maupun dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai guna seperti paving block. Sampah plastik bernilai ekonomi akan disalurkan kepada mitra daur ulang, sementara sampah non-ekonomi diolah melalui pelatihan berbasis komunitas. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir terhadap pentingnya menjaga lingkungan serta mendukung target Indonesia Bebas Sampah 2029 dengan mencegah sampah berakhir di laut maupun tempat pembuangan akhir.
Sejumlah komunitas lingkungan mengumpulkan sampah pesisir di Kawasan Pesisir Desa Sumberjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, Selasa (12/5/2026). Melalui program Nestle Coastal Warriors, Nestle Indonesia menginisiasi aksi bersih pantai sebagai upaya mendukung transisi menuju ekonomi sirkular melalui pengurangan sampah pesisir, pemberdayaan masyarakat, dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Kegiatan ini melibatkan 50 partisipan dari berbagai komunitas lingkungan, di antaranya Yayasan KEHATI, Yayasan SALAKA, Rhino Bahari, Lingkar Muda, Brigasspala SMAN 16 Pandeglang, dan Biodiversity Warrior UNTIRTA.
Aksi bersih pantai tersebut tidak hanya berfokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga edukasi pemilahan dan pengolahan sampah plastik agar dapat didaur ulang maupun dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai guna seperti paving block. Sampah plastik bernilai ekonomi akan disalurkan kepada mitra daur ulang, sementara sampah non-ekonomi diolah melalui pelatihan berbasis komunitas. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat pesisir terhadap pentingnya menjaga lingkungan serta mendukung target Indonesia Bebas Sampah 2029 dengan mencegah sampah berakhir di laut maupun tempat pembuangan akhir.