Klasterisasi Pala Jadi Strategi PNM Perkuat Ekonomi Perempuan Desa

Arif Julianto/okezone, Jurnalis
Rabu 13 Mei 2026 21:10 WIB
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan prasejahtera melalui pengembangan klasterisasi usaha berbasis potensi lokal di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, dengan komoditas unggulan pala.
 
Program hasil sinergi PNM bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pala melalui penguatan ekosistem usaha mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemasaran.
 
Selama ini, hasil panen pala masyarakat sebagian besar masih dijual dalam bentuk mentah dengan nilai ekonomi terbatas. Melalui program klasterisasi, perempuan pengusaha ultra mikro, khususnya nasabah PNM Mekaar, mendapatkan pendampingan usaha, pelatihan pengolahan dan pengemasan produk, serta akses pasar agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing.
 
Direktur Utama PNM, Kindaris mengatakan perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas.
 
Melalui pengembangan klaster usaha, kami ingin perempuan di daerah memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang dengan memanfaatkan potensi lokal, termasuk komoditas pala di Ngada, ujarnya.
 
Program ini juga mendukung konsep One Village One Product (OVOP), yaitu pengembangan ekonomi desa berbasis potensi unggulan lokal. PNM berharap pengembangan klaster pala dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
 
Melalui kolaborasi ini, PNM dan KPPPA berupaya mendorong perempuan Indonesia semakin mandiri secara ekonomi dengan tetap mengoptimalkan kekayaan alam dan kearifan lokal di daerah masing-masing.

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mendorong pemberdayaan ekonomi perempuan prasejahtera melalui pengembangan klasterisasi usaha berbasis potensi lokal di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, dengan komoditas unggulan pala.
 
Program hasil sinergi PNM bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas pala melalui penguatan ekosistem usaha mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemasaran.
 
Selama ini, hasil panen pala masyarakat sebagian besar masih dijual dalam bentuk mentah dengan nilai ekonomi terbatas. Melalui program klasterisasi, perempuan pengusaha ultra mikro, khususnya nasabah PNM Mekaar, mendapatkan pendampingan usaha, pelatihan pengolahan dan pengemasan produk, serta akses pasar agar mampu menghasilkan produk bernilai tambah dan berdaya saing.
 
Direktur Utama PNM, Kindaris mengatakan perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas.
 
Melalui pengembangan klaster usaha, kami ingin perempuan di daerah memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang dengan memanfaatkan potensi lokal, termasuk komoditas pala di Ngada, ujarnya.
 
Program ini juga mendukung konsep One Village One Product (OVOP), yaitu pengembangan ekonomi desa berbasis potensi unggulan lokal. PNM berharap pengembangan klaster pala dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
 
Melalui kolaborasi ini, PNM dan KPPPA berupaya mendorong perempuan Indonesia semakin mandiri secara ekonomi dengan tetap mengoptimalkan kekayaan alam dan kearifan lokal di daerah masing-masing.

Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Telusuri berita Multimedia lainnya