1.700 Penari Kipas Ciptakan Rekor Tari Kolosal di Solo

Ahmad Antoni, Jurnalis
Kamis 30 April 2026 23:30 WIB
Perhelatan Solo Menari 2026 dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia diwarnai penciptaan rekor tari kolosal dengan jumlah peserta terbanyak, Rabu (29/4/2026). Sebanyak 1.700 penari kipas terlibat dalam penciptaan rekor baru yang tercatat dalam Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid).
 
Selain raihan prestasi tersebut, perhelatan ini juga berhasil mempertahankan posisinya sebagai salah satu event terbaik di Indonesia yang masuk dalam kalender tetap Karisma Event Nusantara. Tarian kolosal digelar di kawasan Pasar Gede, Jalan Arifin, Jalan Jenderal Sudirman. Aksi ribuan penari mampu menjadi daya tarik warga yang menyaksikan.
 
Leprid memberikan penghargaan kepada Wali Kota Solo Respati Achmad Ardianto selaku inspirator, Heru Mataya (pemrakarsa), Pemkot Surakarta dan Museum Gubug Wayang sebagai penyelenggara.
 
“Dengan menari kipas mengajak generasi muda peduli budaya seni dan juga ekonomi kreatif. Karena kipas ini dibuat secara khusus dengan cara yang unik, bambu atau kain,” kata Ketua Umum dan Pendiri Leprid Paulus Pangka. “Uri-uri budaya ini harus kita dukung. Kegiatan ini menyatukan berbagai unsur kehidupan SARA. Intinya bahwa budaya itu menyatukan bangsa,” ujarnya.

Perhelatan Solo Menari 2026 dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia diwarnai penciptaan rekor tari kolosal dengan jumlah peserta terbanyak, Rabu (29/4/2026). Sebanyak 1.700 penari kipas terlibat dalam penciptaan rekor baru yang tercatat dalam Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (Leprid).
 
Selain raihan prestasi tersebut, perhelatan ini juga berhasil mempertahankan posisinya sebagai salah satu event terbaik di Indonesia yang masuk dalam kalender tetap Karisma Event Nusantara. Tarian kolosal digelar di kawasan Pasar Gede, Jalan Arifin, Jalan Jenderal Sudirman. Aksi ribuan penari mampu menjadi daya tarik warga yang menyaksikan.
 
Leprid memberikan penghargaan kepada Wali Kota Solo Respati Achmad Ardianto selaku inspirator, Heru Mataya (pemrakarsa), Pemkot Surakarta dan Museum Gubug Wayang sebagai penyelenggara.
 
“Dengan menari kipas mengajak generasi muda peduli budaya seni dan juga ekonomi kreatif. Karena kipas ini dibuat secara khusus dengan cara yang unik, bambu atau kain,” kata Ketua Umum dan Pendiri Leprid Paulus Pangka. “Uri-uri budaya ini harus kita dukung. Kegiatan ini menyatukan berbagai unsur kehidupan SARA. Intinya bahwa budaya itu menyatukan bangsa,” ujarnya.

Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita Multimedia lainnya