Di Tengah Sentimen MSCI, Pemerintah Pastikan Kredibilitas Pasar Modal Tetap Terjaga

Arif Julianto/okezone, Jurnalis
Minggu 01 Februari 2026 23:44 WIB
JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari dan Hasan Fawzi, Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik, serta Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat (kiri ke kanan) bergandengan tangan usai konferensi pers terkait kondisi ekonomi dan pasar modal di Jakarta, Sabtu (31/1/2026) malam.
 
Pemerintah melalui Danantara Indonesia menggelar konferensi pers tersebut untuk merespons dinamika pasar modal nasional, menyusul berkembangnya sentimen pasar terkait penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI) serta mundurnya sejumlah pimpinan OJK dan BEI dalam beberapa hari terakhir. Dalam kesempatan itu, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas dan kredibilitas pasar keuangan domestik di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap aspek tata kelola dan kepercayaan pasar.
 
Pemerintah menilai dinamika yang terjadi merupakan bagian dari proses penyesuaian institusional dan tidak memengaruhi fundamental pasar modal Indonesia. Perwakilan Danantara Indonesia menyampaikan bahwa sentimen MSCI menjadi perhatian serius karena indeks tersebut menjadi salah satu acuan utama investor global dalam menempatkan portofolio investasinya di pasar negara berkembang. Pemerintah bersama otoritas terkait terus melakukan komunikasi aktif dengan pemangku kepentingan internasional guna memastikan persepsi terhadap pasar modal Indonesia tetap positif.

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria, Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari dan Hasan Fawzi, Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik, serta Direktur Utama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat (kiri ke kanan) bergandengan tangan usai konferensi pers terkait kondisi ekonomi dan pasar modal di Jakarta, Sabtu (31/1/2026) malam.
 
Pemerintah melalui Danantara Indonesia menggelar konferensi pers tersebut untuk merespons dinamika pasar modal nasional, menyusul berkembangnya sentimen pasar terkait penilaian Morgan Stanley Capital International (MSCI) serta mundurnya sejumlah pimpinan OJK dan BEI dalam beberapa hari terakhir. Dalam kesempatan itu, pemerintah menegaskan komitmennya menjaga stabilitas dan kredibilitas pasar keuangan domestik di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap aspek tata kelola dan kepercayaan pasar.
 
Pemerintah menilai dinamika yang terjadi merupakan bagian dari proses penyesuaian institusional dan tidak memengaruhi fundamental pasar modal Indonesia. Perwakilan Danantara Indonesia menyampaikan bahwa sentimen MSCI menjadi perhatian serius karena indeks tersebut menjadi salah satu acuan utama investor global dalam menempatkan portofolio investasinya di pasar negara berkembang. Pemerintah bersama otoritas terkait terus melakukan komunikasi aktif dengan pemangku kepentingan internasional guna memastikan persepsi terhadap pasar modal Indonesia tetap positif.

Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Telusuri berita Multimedia lainnya