Suasana pemukiman masyarakat yang terendam banjir di tepian Sungai Kapuas, Sintang, Kalimantan Barat, Senin (22/11/2021). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan banjir di Kabupaten Sintang terjadi karena curah hujan tinggi serta daerah tangkapan air di hulu Sungai Kapuas dan Sungai Melawi sudah banyak berkurang, sehingga sungai meluap terutama pada titik pertemuan sungai yang padat penduduk.
Banjir Sintang sudah meredam permukiman warga lebh dari sebulan terhitung sejak kamis (20/10/2021). Namun ketinggian air masih tinggi diantara 1 hingga 4 meter.
(ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/hp) (hru)
Suasana pemukiman masyarakat yang terendam banjir di tepian Sungai Kapuas, Sintang, Kalimantan Barat, Senin (22/11/2021). Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan banjir di Kabupaten Sintang terjadi karena curah hujan tinggi serta daerah tangkapan air di hulu Sungai Kapuas dan Sungai Melawi sudah banyak berkurang, sehingga sungai meluap terutama pada titik pertemuan sungai yang padat penduduk.
Banjir Sintang sudah meredam permukiman warga lebh dari sebulan terhitung sejak kamis (20/10/2021). Namun ketinggian air masih tinggi diantara 1 hingga 4 meter.
(ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang/hp) (hru)