Sebanyak 913 tenaga honorer kategori R4 dari sejumlah organisasi perangkat daerah, serta 480 tenaga honorer dari pendidikan, mendatangi Gedung Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) mempertanyakan nasib ke depannya.
Para tenaga honorer dengan masa bakti di atas 5 tahun itu belum masuk database di Badan Kepegawaian Nasional.
Kondisi tenaga honorer kategori R4 juga terancam akan dirumahkan oleh BKSDM, sehingga tidak memiliki pekerjaan tetap.
Menurut Noris, salah satu tenaga honorer R4 mengaku dirinya berharap Pemkab Majalengka memperhatikan nasibnya dan meminta agar tidak ada yang dirumahkan.
Sementara itu, menurut Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia Majalengka, Gatot Sulaeman, pihaknya akan memperhatikan nasib honorer R4 dan akan melihat kondisi keuangan daerah.
Pemkab Majalengka akan memperhatikan nasib honorer dengan berkoordinasi dengan BKN.