Beginilah suasana ribuan warga yang saling berebut uang logam dan uang kertas yang dilempar. Bahkan kertas yang berisi tulisan hadiah door prize menjadi sasaran warga.
Sempat terjadi kericuhan massa dengan saling dorong dan lempar batu yang berujung beberapa orang pingsan dan banyak anak kecil dan ibu-ibu terjepit.
Karena kondisi sudah tidak kondusif, acara yang ternyata belum berizin ini langsung dihentikan polisi agar tidak menimbulkan korban jiwa.
Acara udik-udikan sendiri memang biasa dilakukan warga di Pekalongan sebagai wujud rasa syukur.
Biasanya syukur atas kelahiran anak, pembangunan rumah, perayaan Rabu Pungasan atau Rabu Terakhir di bulan Syafar tahun Hijriah.
Kontributor: Suryono Sukarno