Salah satu pemilik gudang bansos, Piko menjelaskan bahwa paket sembako sebanyak 50.000 buah merupakan paket sembako yang awalnya disiapkan untuk dijual ke pihak kementerian sosial, namun akhirnya tidak jadi dibeli meski sudah terlanjur disiapkan.
Pihaknya juga membantah bahwa sembako tersebut kadaluarsa, ia pun menunjukkan waktu kadaluarsa yang tertera pada sembako yang masih bagus. Video yang sempat viral merupakan video lama yang direkam 3 bulan yang lalu.
Paket sembako yang tidak terjual tersebut, rencananya akan dijual secara eceran tanpa menggunakan logo kementerian sosial.